Kamis, 1 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

Berita

Nilai ditampilkan langsung, seleksi diawasi lembaga independen, Polri siapkan generasi perwira yang profesional, berintegritas, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan. Semarang – Prestasi menjadi faktor utama dalam Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) berstandar olimpiade, nilai yang ditampilkan secara langsung kepada peserta, serta pengawasan dari berbagai lembaga independen, Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni yang berhak mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian. Sidang Penetapan Kelulusan yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Auditorium Cendekia Akpol, Semarang, Senin (27/7), menetapkan 320 calon taruna dan 30 calon taruni lulus dari total 404 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat. Proses sidang berlangsung dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Untuk memastikan objektivitas, Polri melibatkan pengawasan eksternal dari Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, hingga Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan, seleksi tahun ini menjadi tonggak penguatan kualitas rekrutmen Polri melalui sistem yang semakin modern dan berbasis merit. “Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Kami terus mendorong sistem seleksi yang objektif, transparan, dan mampu menjaring calon-calon perwira Polri terbaik,” ujar Irjen Pol. Anwar. Berbeda dari tahun sebelumnya, seleksi Akpol 2026 menghadirkan inovasi melalui CAT dengan materi Tes Potensi Akademik berstandar olimpiade, sehingga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah secara lebih komprehensif. Hasil seleksi menunjukkan kualitas peserta yang semakin kompetitif. Empat peserta meraih nilai tertinggi Tes Potensi Akademik sebesar 80, sementara empat peserta lainnya memperoleh nilai Bahasa Inggris tertinggi sebesar 82. Penilaian dilakukan secara proporsional dengan komposisi Tes Potensi Akademik 30 persen, Bahasa Inggris 30 persen, Kesamaptaan Jasmani 30 persen, dan Penampilan 10 persen. Selain menghadirkan sistem yang lebih modern, transparansi juga menjadi perhatian utama. Nilai ujian ditampilkan secara langsung di komputer masing-masing peserta setelah tes selesai. Selanjutnya, seluruh hasil peserta dicetak dalam satu dokumen dan ditandatangani bersama sehingga dapat diketahui secara terbuka. Salah seorang calon taruni, Ghyna Islamiati Ramly, mengaku sempat kewalahan menghadapi soal Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Namun, ia menilai seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan adil. “Menurut saya rekrutmen ini adil karena nilai langsung ditampilkan di komputer masing-masing, jadi kami bisa langsung melihat hasil sendiri,” ujar Ghyna. Ia juga mengapresiasi mekanisme keterbukaan hasil yang diterapkan panitia. “Semua nilai peserta di-print dalam satu kertas untuk ditandatangani bersama-sama. Jadi kami bisa melihat nilai peserta lain juga,” katanya. Menurut Ghyna, seluruh peserta diperlakukan sama tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang. “Saya merasa panitia memperlakukan masing-masing dari kami secara adil, tidak melihat latar belakang kami apa. Aturannya berlaku sama untuk semua peserta,” ungkap alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut. Komitmen membangun SDM Polri yang unggul juga menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat memberikan pembekalan kepada calon Taruna dan Taruni Akpol di Gedung Serba Guna Akpol, Semarang. “Masa depan Polri sangat bergantung pada sejauh mana kita mempersiapkan generasi penerusnya. Tugas kita bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter kuat, berintegritas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berani memimpin perubahan untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam melahirkan pemimpin Polri masa depan yang Presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat,” ujar Wakapolri. Melalui sistem seleksi yang semakin modern, transparan, dan berbasis merit, Polri berharap para calon taruna dan taruni yang dinyatakan lulus mampu menjalani pendidikan dengan penuh dedikasi serta tumbuh menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang semakin dipercaya publik.

Juli 28, 2026

KOTA BEKASI – Sinergitas TNI dan Polri kembali ditunjukkan melalui kegiatan Jakarta On The Spot yang digelar Polsek Bekasi Barat di RT 01 RW […]

Berita

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kali ini, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika Golongan II jenis Etomidate yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional, dengan total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 8.698 pcs cartridge yang mengandung cairan Etomidate. Pengungkapan bermula pada Selasa, 21 Juli 2026, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di kawasan Jakarta Selatan.Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan, pemantauan, serta pemetaan lokasi hingga akhirnya berhasil menangkap seorang pria berinisial R (22) yang diduga hendak melakukan transaksi. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 3 pcs cartridge Etomidate yang disimpan di dalam sebuah paperbag. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik kemudian melakukan pengembangan ke sejumlah lokasi lain. Pengembangan tersebut membawa petugas ke sebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan, pada lokasi ini polisi mengamankan seorang pria berinisial AG (28). Dari lokasi tersebut, polisi kembali menemukan 171 pcs cartridge Etomidate beserta sejumlah barang bukti pendukung. Penyelidikan kemudian berlanjut hingga polisi mengamankan dua orang lainnya, yakni AF (29) dan AM (36). Berdasarkan hasil interogasi, keduanya mengakui masih menyimpan barang bukti di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Saat dilakukan penggeledahan di apartemen tersebut, polisi menemukan 4.384 pcs cartridge Etomidate yang disimpan di dalam koper dan tas. Tidak berhenti sampai di situ, polisi kembali melakukan pengembangan pada Kamis, 23 Juli 2026, Dari hasil pengembangan lanjutan terhadap tersangka R (22), petugas kembali menemukan 4.140 pcs cartridge Etomidate di lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan. Dengan pengungkapan lanjutan tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 8.698 pcs cartridge narkotika Golongan II jenis Etomidate. Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra, S.I.K., M.Si. mengatakan “ Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran narkotika golongan dua jenis Etomidate jaringan internasional di enam TKP berbeda di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan barang bukti sebanyak 8.698 pcs  cartridge berisikan Etomidate serta empat orang tersangka terdiri dari tiga orang laki-laki inisial R (22), AF (29) , dan AG (28), serta satu orang perempuan inisial AM (36)”.  selanjutnya barang bukti dan tersangka akan dilakukan penyidikan lebih lanjut di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Juli 28, 2026

Puncak Jaya – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (26/7/2026). Selain memantau situasi keamanan, […]