Penulis: editorkabarin1

  • Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bantargebang Serap Aspirasi Warga Cikiwul Perkuat Sinergitas Kamtibmas

    Kota Bekasi – Polsek Bantargebang terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui program Jaga Jakarta On The Spot yang dirangkaikan dengan penyerapan aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Pangkalan 2 RT 003/RW 003, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Rabu(4/8/26).

     

    Kegiatan dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Bantargebang IPTU Nasrullah M. Bagza bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikiwul dan Babinsa setempat. Turut hadir tokoh masyarakat serta warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan masukan terkait situasi keamanan di lingkungan.

     

    Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, personel Polsek Bantargebang memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah aksi tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Warga juga diajak untuk terus berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui sinergi dengan kepolisian.

     

    Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang semakin baik antara Polri dan masyarakat. Berbagai aspirasi serta informasi yang berkembang di lingkungan berhasil dihimpun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Masyarakat pun menyatakan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

     

    Di tempat terpisah, Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH, MM menegaskan bahwa program Jaga Jakarta On The Spot merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mendengar secara langsung setiap aspirasi warga sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

     

    “Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Setiap masukan dan informasi dari warga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba, kejahatan jalanan, serta bijak dalam menggunakan media sosial demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Kompol Sukadi.

     

    Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh keakraban, dan ditutup dalam situasi wilayah hukum Polsek Bantargebang yang tetap aman, tertib, dan kondusif.

  • 🤝 Polsek Rawalumbu Ajak Warga Duren Jaya Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    Polsek Rawalumbu kembali melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot bersama warga di Perum Grand Surya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (6/8/2026).

     

    Dipimpin Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi, S.H., kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, dialog, dan penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

    Warga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, waspada terhadap curanmor, tawuran, penyalahgunaan narkoba, judi online, dan berbagai potensi gangguan keamanan lainnya, serta memanfaatkan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

     

    Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, Polsek Rawalumbu terus memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

  • Bhabin Jatiasih Monitoring Padepokan Kiesantri Tengah Malam

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiasih Aipda Maulana melaksanakan monitoring wilayah di Padepokan Kiesantri RT 04 RW 08 Jalan Parpostel, Rabu (5/8/2026) pukul 22.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan bersama petugas keamanan padepokan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di lingkungan.

     

    Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan SH MH mengatakan, padepokan merupakan salah satu tempat yang sering digunakan untuk kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Kehadiran polisi di malam hari bertujuan memberikan rasa aman kepada pengurus dan warga sekitar padepokan, sekaligus mencegah potensi gangguan.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Aipda Maulana berdialog dengan petugas keamanan. Ia menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar semua pihak bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan. Bhabin juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap orang tidak dikenal yang berkeliaran di sekitar lokasi pada malam hari.

     

    “Apabila ada gangguan kamtibmas atau melihat hal mencurigakan, segera hubungi Bhabinkamtibmas atau langsung melapor ke Polsek Jatiasih. Kami siap merespon 24 jam,” ujar AKP Marganda dalam laporan kegiatan.

     

    Hasil monitoring menunjukkan situasi di sekitar Padepokan Kiesantri berjalan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan. Polsek Jatiasih berkomitmen akan terus meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan termasuk tempat ibadah dan padepokan.

  • Tim Presisi 2 Polres Bekasi Kota Patroli Boulevard Sumarecon dan PN Bekasi

    KOTA BEKASI – Tim 2 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota dipimpin Ipda Bahroel Moenir melaksanakan patroli di Jalan Boulevard Summarecon dan Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Rabu (5/8/2026) pukul 13.00 WIB. Patroli ini diikuti 10 personil.

     

    Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana SIK menyampaikan, kegiatan patroli bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana dan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Lokasi Boulevard dan PN dipilih karena merupakan titik keramaian dan rawan kejahatan.

     

    Dalam pelaksanaan, personil menyambangi masyarakat dan pengunjung serta memberikan imbauan kamtibmas. Warga diminta segera melapor ke Call Center 110 atau nomor Katim Presisi yang sudah dibagikan melalui ID Card jika melihat tindak pidana maupun kerusuhan.

     

    Ipda Bahroel menegaskan, kehadiran patroli perintis presisi di siang hari diharapkan memberi efek deteren kepada pelaku kejahatan. Polisi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

     

    Hasil patroli menunjukkan situasi di Jalan Boulevard Summarecon dan PN Kota Bekasi aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan. Kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin oleh Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota.

  • Tim Presisi 1 Polres Bekasi Kota Gelar Operasi Kejahatan Jalanan Dini Hari

    KOTA BEKASI – Tim 1 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota menggelar Operasi Kejahatan Jalanan pada Rabu dini hari (5/8/2026) pukul 02.35 WIB. Operasi dipimpin Pamenwas Kompol Arief Rahman SH MH, Pawas AKP Suhar SH dan Katim Ipda Dwi Susanto.

     

    Sasaran operasi meliputi pelaku curas, curat, curanmor, balap liar, tawuran antar ormas dan gangguan kamtibmas lainnya. Rute patroli dimulai dari Mako Polres, Jl Pangeran Jayakarta, Boulevard Summarecon, Jl Perjuangan, Teluk Pucung, Jl Agus Salim, Jl Juanda, Terminal Bekasi, Bulak Kapal, Kalimas hingga Jl Ahmad Yani.

     

    Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah strong point di Jl Alternatif Tol JORR Jatimelati Kec Pondok Melati. Di lokasi ini personil melakukan pemantauan dan dialogis dengan warga untuk memastikan situasi aman.

     

    Kapolres Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, patroli skala besar ini bertujuan menciptakan rasa aman di masyarakat. “Dengan kehadiran polisi di malam hari, diharapkan pelaku kejahatan jalanan tidak berani beraksi,” ujarnya.

     

    Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan tertib. Seluruh personil tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jika ada perkembangan lebih lanjut akan segera dilaporkan kepada pimpinan.

  • Polisi Bekasi Kota Patroli Antisipasi Bubaran Suporter di Pekayon dan Rawapanjang

    KOTA BEKASI – Tim 1 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan patroli antisipasi bubaran suporter di TL Pekayon dan TL Rawapanjang, Rabu (5/8/2026) pukul 17.00 WIB. Kegiatan dipimpin Katim Ipda Dwi Susanto dengan 10 personil.

     

    Patroli dilakukan menyusul adanya kegiatan nonton bareng di dua titik tersebut. Personil menyambangi warga dan menyampaikan imbauan kamtibmas agar tidak melakukan konvoi, tawuran, dan tetap menjaga ketertiban setelah acara selesai.

     

    “Kami mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika ada hal-hal yang perlu dilaporkan segera hubungi Patroli Perintis Presisi,” kata Ipda Dwi Susanto di lokasi.

     

    Selain itu polisi juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Sinergi antara warga dan polisi dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

     

    Hasil patroli menunjukkan situasi di TL Pekayon dan TL Rawapanjang aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan. Polres Metro Bekasi Kota akan terus meningkatkan patroli di jam-jam rawan.

  • PENGGANTIAN KAPOLRI “DIHEMBUS OLEH PIHAK PIHAK TERGANGGU KENYAMANANNYA”

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri,  berhembus kencang isu  untuk melakukan  penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut  muncul isu tambahan,  calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

     

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan  terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi  Presiden.

     

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah  mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan  konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai  tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini ,  sementara  Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu  bila perlu akan  mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian  semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

     

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri  di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan  arahan  Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan  tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut  sepantasnya atau selayaknya  Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan  sebagai prestasi.  Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan  harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta  didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

     

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan  Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur  dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya  Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran. Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden. Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi. Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum. Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri,  berhembus kencang isu  untuk melakukan  penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut  muncul isu tambahan,  calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

     

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan  terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

     

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah  mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan  konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai  tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini ,  sementara  Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu  bila perlu akan  mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian  semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

     

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri  di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan  arahan  Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan  tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut  sepantasnya atau selayaknya  Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan  sebagai prestasi.  Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan  harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta  didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

     

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan  Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur  dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya  Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • PENGGANTIAN KAPOLRI “KOMPETENSI ABSOLUT PRESIDEN”

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri,  berhembus kencang isu  untuk melakukan  penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut  muncul isu tambahan,  calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

     

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan  terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

     

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah  mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan  konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai  tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini ,  sementara  Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu  bila perlu akan  mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian  semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

     

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri  di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan  arahan  Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan  tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut  sepantasnya atau selayaknya  Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan  sebagai prestasi.  Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan  harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta  didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

     

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan  Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur  dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya  Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • Tim Presisi 1 Polres Bekasi Kota Gelar Patroli Dialogis di Berlian Raya dan Sultan Agung

    KOTA BEKASI – Tim 1 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan patroli dialogis di Jl Berlian Raya dan Jl Sultan Agung, Rabu (5/8/2026) pukul 12.30 WIB. Kegiatan dipimpin Katim Ipda Dwi Susanto dengan 10 personil.

     

    Dalam patroli tersebut, personil menyapa warga dan pedagang. Polisi menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat ikut serta menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diedukasi untuk tidak mudah percaya berita hoax.

     

    Ipda Dwi Susanto mengatakan, patroli dialogis bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat. “Kami ingin kehadiran polisi dirasakan warga. Jika ada masalah, sampaikan ke kami,” ujarnya.

     

    Warga menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa lebih aman dengan adanya patroli rutin dari Polres Metro Bekasi Kota. Beberapa warga juga menyampaikan keluhan terkait keamanan lingkungan.

     

    Kegiatan berjalan aman dan kondusif. Polres Metro Bekasi Kota akan terus meningkatkan intensitas patroli dialogis guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Bekasi.