Blog

  • Brimob Polda Metro Jaya Cegah Tawuran di Cipayung, Sita Besi Tajam hingga Balok Dan 8 Pemuda Diamankan

     

    Jakarta Timur – Tim Patroli Brimob Batalyon B Pelopor SatBrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur membubarkan kelompok pemuda yang diduga terlibat aksi tawuran di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026) dini hari. Petugas bergerak saat patroli mendapati sekelompok pemuda yang diduga baru terlibat tawuran.

     

    Patroli gabungan yang menyisir sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Timur langsung melakukan pembubaran untuk mencegah aksi berlanjut dan menimbulkan gangguan keamanan bagi warga. Dalam penanganan tersebut, petugas mengamankan delapan orang serta sejumlah barang bukti berupa bambu, balok kayu, besi tajam, dan lima ponsel. Kedelapan orang tersebut kemudian diserahkan kepada jajaran Polres Metro Jakarta Timur untuk proses lebih lanjut.

     

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan patroli akan terus diarahkan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi gangguan keamanan, terutama pada waktu rawan. “Kami tidak ingin potensi tawuran dibiarkan berkembang. Setiap temuan di lapangan harus segera ditangani secara terukur agar tidak menimbulkan korban dan tidak mengganggu masyarakat. Patroli akan terus diperkuat sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

     

    Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya Brimob bersama Polres Metro Jakarta Timur menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Selain mengantisipasi tawuran, patroli juga menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman, khususnya pada malam hingga dini hari.

     

    Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat, khususnya orang tua, diharapkan ikut mengawasi aktivitas anak-anak dan mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat segera disampaikan melalui layanan Polri 110 untuk ditindaklanjuti dengan cepat.

  • Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran Dini Hari di Cilincing, 5 Terduga Pelaku 2 Parang dan Stik Golf Diamankan

     

    Jakarta Utara – Tim Patroli Brimob Kompi 4 Batalyon B Pelopor SatBrimob Polda Metro Jaya bersama Tim TPJJ Polres Metro Jakarta Utara menggagalkan aksi tawuran yang hendak terjadi di kawasan Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026) dini hari. Petugas bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga mengenai adanya kelompok pemuda yang diduga akan terlibat tawuran.

     

    Informasi tersebut diterima saat personel tengah menjalankan patroli di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara sekitar pukul 04.00 WIB. Tim langsung menuju lokasi yang dilaporkan dan mendapati sejumlah pemuda. Dalam penanganan tersebut, petugas mengamankan lima orang yang diduga terlibat serta sejumlah barang bukti berupa dua parang, satu stik golf, dua telepon seluler, dan satu botol minuman keras jenis arak Bali.

     

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan patroli akan terus diarahkan untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi aksi yang meresahkan masyarakat. “Kami memastikan setiap informasi dari masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat. Personel di lapangan harus mampu membaca situasi, bergerak tepat waktu, dan mencegah potensi tawuran sebelum menimbulkan korban maupun gangguan keamanan yang lebih luas,” ujarnya.

     

    Lima orang yang diamankan beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada Polsek Cilincing untuk menjalani proses lebih lanjut. Sementara itu, patroli terus dilanjutkan di sejumlah titik wilayah Jakarta Utara hingga situasi dinyatakan aman dan kondusif. Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap aman, terutama pada jam rawan dini hari.

     

    Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan kamtibmas di sekitar tempat tinggalnya. Laporan yang cepat dan akurat dapat membantu kepolisian melakukan pencegahan lebih awal melalui layanan Polri 110.

  • Brimob Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Bubarkan Tawuran di Ciputat, 2 Orang dan 3 Celurit Diamankan

    Tangsel – Tim Patroli Brimob Batalyon C Pelopor SatBrimob Polda Metro Jaya membubarkan aksi tawuran antar kelompok pemuda di Jalan WR Supratman, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (9/8/2026) dini hari. Petugas bergerak setelah menerima informasi dari warga terkait adanya kelompok pemuda yang terlibat tawuran.

     

    Patroli yang sebelumnya menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan langsung menuju lokasi sekitar pukul 04.10 WIB. Setibanya di Jalan WR Supratman, petugas mendapati sejumlah pemuda terlibat aksi tawuran dan segera membubarkan kerumunan untuk mencegah aksi meluas serta mengganggu keamanan warga sekitar.

     

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan patroli akan terus diperkuat untuk mencegah gangguan keamanan, terutama aksi tawuran yang berpotensi meresahkan masyarakat. Setiap informasi yang diterima dari masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat dan terukur. “Kami tidak akan membiarkan aksi tawuran berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat. Setiap informasi yang masuk akan segera kami respons, personel di lapangan kami arahkan untuk bertindak cepat, membubarkan aksi, mengamankan pihak yang terlibat, serta memastikan situasi kembali kondusif,” ujarnya.

     

    Dalam penanganan tersebut, petugas mengamankan dua orang yang diduga terlibat tawuran. Selain itu, tiga buah celurit turut diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya, kedua orang tersebut beserta barang bukti diserahkan kepada Polsek Ciputat Timur untuk proses lebih lanjut. Penanganan cepat ini membuat situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman.

     

    Keamanan lingkungan membutuhkan peran bersama, khususnya para orang tua dan generasi muda, untuk bersama-sama mencegah aksi tawuran serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Masyarakat dapat menghubungi layanan Polri 110 untuk menyampaikan informasi atau membutuhkan bantuan kepolisian.

  • Keluarga Sutrimo Serahkan Proses Penelusuran Penyebab Kematian kepada Kepolisian

    Banyumas – Keluarga almarhum Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, memilih menempuh proses hukum untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab meninggalnya Sutrimo. Laporan tersebut telah diterima Polresta Banyumas dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

     

    Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan langkah tersebut diambil setelah keluarga mempertimbangkan berbagai informasi yang berkembang. Menurutnya, sejak awal keluarga tidak menemukan hal yang menimbulkan kecurigaan ketika jenazah tiba di rumah. “Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” kata Aan, Sabtu (8/8/2026) malam.

     

    Aan menjelaskan, keluarga sebelumnya telah menerima dan mengikhlaskan kepergian Sutrimo. Namun, munculnya beragam informasi di tengah masyarakat membuat keluarga ingin mendapatkan kejelasan melalui proses yang dilakukan kepolisian. “Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian,” ujarnya.

     

    Keluarga juga menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran kepada penyidik dan tidak menunjuk pihak tertentu sebagai terlapor. Keputusan membuat laporan tersebut diambil setelah keluarga melakukan pembahasan bersama selama dua hari. “Keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain, semuanya diserahkan kepada penyidik,” kata Aan.

     

    Aan berharap masyarakat maupun media dapat memberikan ruang kepada keluarga dan tidak terlebih dahulu menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo sebelum proses kepolisian selesai. Ia menyebut kondisi ibu Sutrimo masih terpukul dan keluarga berharap proses tersebut dapat memberikan jawaban yang jelas. “Kita berdoa, semoga sebenarnya kematiannya wajar,” ujarnya.

     

    Salah seorang anggota keluarga, Abi, mengatakan pihaknya akan kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk apabila ekshumasi dan otopsi dinilai diperlukan untuk kepastian. Sementara kakak tiri Sutrimo, Tukim, mengatakan keluarga sempat melihat kondisi jenazah saat tiba di rumah dan ketika itu tidak menemukan hal yang mencurigakan. Keluarga juga menyebut telah menerima KTP, uang santunan sebesar Rp20 juta, serta sejumlah surat keterangan dari rumah sakit, sementara ponsel milik Sutrimo disebut belum diterima.

  • Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

    Jakarta – Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.

     

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.

     

    “Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.

     

    “Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

     

    Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

     

    “Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.

     

    Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

     

    Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

     

    Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

     

    Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

  • Jaga Bekasi On The Spot, Polsek Medansatria Gelar Semarak Lomba HUT RI ke-81

     

    Kota Bekasi, – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, Polsek Medansatria menggelar “Semarak Lomba” untuk warga di Jl. Harapan Indah Raya Taman RW 19 Kel. Pejuang, Kec. Medansatria. Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB s.d. 11.30 WIB ini diikuti sekitar 181 peserta dan dipimpin langsung Kapolsek Medansatria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ada 4 jenis perlombaan yang digelar dengan penanggung jawab para Kanit Polsek. Lomba balap kelereng pakai sendok dipimpin Kanit Samapta Iptu Eko Herutomo, lomba masukin paku ke botol oleh Kanit Reskrim AKP Isak Erixon, lomba makan kerupuk oleh Kanit Intelkam Iptu Edy Sujarwanto, dan lomba balap karung pakai helm oleh Kanit Lantas Iptu Darwin Warsito. Peserta berasal dari kategori anak usia 10-13 tahun dan dewasa 20 tahun ke atas, dengan rincian 61 orang ikut balap kelereng, 49 orang masukin paku, 60 orang makan kerupuk, dan 11 orang balap karung.

     

    Kapolsek menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat kebersamaan dengan warga. Selama kegiatan berlangsung situasi aman, tertib, dan penuh semangat kemerdekaan.

  • Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional

    Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.

     

    Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

     

    “Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

     

    Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.

     

    Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.

     

    Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.

     

    “Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

     

    Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

     

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.

     

    Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.

     

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

     

    Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.

     

    “Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.

     

    Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    “Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

     

    Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

     

    Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.

     

    Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

     

    Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

     

    Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.

     

    Membangun Talenta dan Karakter

     

    Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.

     

    Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

     

    “Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

     

    Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.

     

    “Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

     

    Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.

     

    “Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

     

    “Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

     

    Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.

     

    Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.

     

    Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.

  • POLRES METRO BEKASI KOTA KOMITMEN BRANTAS PEREDARAN GELAP NARKOBA

    Kota Bekasi – Hasil pengungkapan kasus Tindak Pidana Narkotika Golongan I Jenis Tembakau Sintetis oleh Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi Kota. Pengungkapan terjadi pada hari Kamis, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB terkait maraknya transaksi peredaran Tembakau Sintetis di wilayah Mustikasari, Kota Bekasi.

     

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal melakukan penyelidikan melalui media sosial Instagram terhadap akun yang diduga menjual Tembakau Sintetis. Dari hasil transaksi diperoleh identitas berupa nomor rekening dan alamat pengiriman. Berdasarkan pengembangan tersebut, pada pukul 03.00 WIB Tim berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial M.R.S, dari tangan tersangka disita 1 unit HP dan buku rekening bank yang digunakan sebagai sarana transaksi. Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku hanya sebagai penerima transfer dan pengelola rekening, sementara yang memproduksi dan memasok barang adalah Sdr. R.R.

     

    Selanjutnya pada pukul 03.30 WIB Tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Sdr. RR di rumah kontrakannya di Jl. Melati Jatimulya, Bekasi.

    Sdr. RR mengakui sejak Tahun 2024 sudah sebagai pecandu Narkotika jenis Sabu dan sejak Tahun 2025 beralih menggunakan Shinte (tembakau gorila) yg selalu membelinya lewat medsos IG dan mengkonsumsinya di kontrakan sdr. RR.

    3 bulan terakhir ini bulan Maret 2026 sdr. RR melihat diakun IGnya melihat cara membuat Shinte (tembakau Gorila) dan ketertarikan sdr. RR untuk membuat dalam pikiran sdr. RR bahwa dirinya dapat menggunakan dan menjual sinthe tersebut akan mendapatkan keuntungan, akhirnya sdr. RR bermodal uang Rp.7 jt, membeli peralatan berupa : timbangan digital, peralatan produksi meliputi toples, gelas ukur, jerigen alkohol pelarut, alat pengaduk elektrik, pack plastik klip,

    Sdr. RR menjelaskan sabgat mudah membuat atau meramu sinthe (tembakau gorila), Saat mengamankan sdr. RR team

    menyita barang bukti berupa 1 bungkus besar Tembakau Sintetis brutto 424,70 gram dan 4 bungkus kecil brutto 16,40 gram, 1 bungkus tembakau biasa,beli peralatan berupa :

    2 buah timbangan digital, peralatan produksi meliputi toples, gelas ukur, jerigen alkohol pelarut, alat pengaduk elektrik, 19 pack plastik klip, serta 2 unit HP iPhone yang digunakan untuk transaksi. Dari hasil pemeriksaan, tersangka RR mengaku telah 3 kali memproduksi dan mengedarkan Tembakau Sintetis sejak Maret 2026 melalui akun Instagram Modusnya dengan mencampur bubuk bibit sintetis dan alkohol pelarut, diaduk, dicampur tembakau biasa, lalu dijemur dan dikemas.

     

    Kasatresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota Kompol Untung Riswaji mengatakan bahwa Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota terus akan memberantas peredaran gelap narkoba

     

    “Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota akan terus memberantas peredaran gelap narkoba” tuturnya

     

    Atas perbuatannya, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut , Pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

     

    [Humas Polres Metro Bekasi Kota]

  • Kunjungi Warga Yang Sakit Dan Lansia Kapolsek Bekasi Barat Salurkan Bantuan

    Kota Bekasi – Dalam rangka kegiatan Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH.,MH. bersama Waka Polsek AKP Parwoto dan Kasi Humas serta Bhabinkamtibmas Jakasampurna, melaksanakan kunjungan sosial kepada warga di Kampung Cikunir RW.015 Jakasampurna Bekasi Barat.(7/8-2026).

     

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama personel memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang sedang sakit serta warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial.

     

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Bekasi Barat untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

     

    Kapolsek Bekasi Barat menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya perhatian dan kepedulian tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan warga.

     

    Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan jajaran Polsek Bekasi Barat. Situasi kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh suasana kekeluargaan

  • 35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital

    Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

     

    Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

     

    Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

     

    Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

     

    Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

     

    Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

     

    Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

     

    Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

     

    Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

     

    Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

     

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

     

    “Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

     

    “Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

     

    Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

     

    Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

     

    Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

     

    “Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

     

    Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

     

    “Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

     

    Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

     

    “Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

     

    Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

     

    Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

     

    Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

     

    Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

     

    Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

     

    “Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

     

    “Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

     

    Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

     

    Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

     

    *Dari gaming menuju achievement.*

    *Dari dream menuju become.*