Blog

  • Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran. Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden. Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi. Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum. Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri,  berhembus kencang isu  untuk melakukan  penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut  muncul isu tambahan,  calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

     

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan  terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

     

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah  mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan  konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai  tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini ,  sementara  Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu  bila perlu akan  mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian  semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

     

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri  di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan  arahan  Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan  tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut  sepantasnya atau selayaknya  Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan  sebagai prestasi.  Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan  harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta  didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

     

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan  Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur  dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya  Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • PENGGANTIAN KAPOLRI “KOMPETENSI ABSOLUT PRESIDEN”

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri,  berhembus kencang isu  untuk melakukan  penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut  muncul isu tambahan,  calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

     

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan  terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

     

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah  mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan  konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai  tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini ,  sementara  Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu  bila perlu akan  mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian  semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

     

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri  di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan  arahan  Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan  tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut  sepantasnya atau selayaknya  Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan  sebagai prestasi.  Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan  harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta  didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

     

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan  Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur  dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya  Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • Tim Presisi 1 Polres Bekasi Kota Gelar Patroli Dialogis di Berlian Raya dan Sultan Agung

    KOTA BEKASI – Tim 1 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan patroli dialogis di Jl Berlian Raya dan Jl Sultan Agung, Rabu (5/8/2026) pukul 12.30 WIB. Kegiatan dipimpin Katim Ipda Dwi Susanto dengan 10 personil.

     

    Dalam patroli tersebut, personil menyapa warga dan pedagang. Polisi menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat ikut serta menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diedukasi untuk tidak mudah percaya berita hoax.

     

    Ipda Dwi Susanto mengatakan, patroli dialogis bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat. “Kami ingin kehadiran polisi dirasakan warga. Jika ada masalah, sampaikan ke kami,” ujarnya.

     

    Warga menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa lebih aman dengan adanya patroli rutin dari Polres Metro Bekasi Kota. Beberapa warga juga menyampaikan keluhan terkait keamanan lingkungan.

     

    Kegiatan berjalan aman dan kondusif. Polres Metro Bekasi Kota akan terus meningkatkan intensitas patroli dialogis guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Bekasi.

  • Polisi Binluh di MTS An Nur 2 Bekasi Utara, Ingatkan Bahaya Bullying

    KOTA BEKASI – Kanit Bimas Polsek Bekasi Utara Iptu Mugo Kurniyanto SH bersama Bhabinkamtibmas Kel Kaliabang Tengah Aiptu Mulyadi menggelar penyuluhan di MTS-MA An Nur 2, Rabu (6/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diikuti sekitar 90 siswa-siswi dan dihadiri Ketua Yayasan Prof Dr KH Abdul Manaf.

     

    Dalam penyuluhan, Iptu Mugo menyampaikan materi tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa perundungan bisa berdampak pada mental, prestasi belajar, hingga masa depan anak. “Jika ada teman yang jadi korban, jangan diam. Laporkan ke guru atau Bhabin agar segera ditangani,” pesannya kepada para siswa.

     

    Selain bullying, polisi juga mengingatkan siswa untuk menjauhi narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas. Di era digital, siswa diimbau bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi konten negatif dan jangan menyebarkan ujaran kebencian. “Gunakan HP untuk belajar dan hal positif agar orang tua bangga,” tambahnya.

     

    Ketua Yayasan mengapresiasi kegiatan pembinaan dari Polri. Menurutnya, sinergi sekolah dan kepolisian penting membentuk karakter siswa yang disiplin dan berakhlak. Pihak sekolah siap menindaklanjuti imbauan polisi dengan memperketat pengawasan di lingkungan madrasah.

     

    Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusias tinggi dari siswa. Polsek Bekasi Utara berkomitmen akan rutin melakukan binluh ke sekolah-sekolah di wilayah hukumnya sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja sejak dini.

  • Polisi Atur Lalin di Pasar Bintara, Arus Ramai Lancar Pagi Ini

    KOTA BEKASI – Personil Polsek Bekasi Barat turun langsung ke Pasar Pagi Bintara sejak pukul 06.00 WIB, Rabu (6/8/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas ini dipimpin Aiptu Saji selaku Kapolsubsektor Kota Baru dan didampingi Aiptu Sulistanto Bhabinkamtibmas Kelurahan Jaka Sampurna. Kehadiran polisi di titik keramaian pasar bertujuan memberikan rasa aman dan mencegah kemacetan panjang.

     

    Kapolsek Bekasi Barat AKP Wahyudi menjelaskan, Pasar Bintara merupakan salah satu pusat aktivitas warga di pagi hari. Volume kendaraan dan pejalan kaki meningkat tajam sehingga rawan kemacetan dan kecelakaan. “Kami tempatkan personil di titik masuk dan keluar pasar. Tujuannya agar arus tetap mengalir dan pedagang bisa berjualan dengan tenang,” ujarnya.

     

    Dalam pelaksanaan, personil membantu menyeberangkan pembeli, mengatur parkir kendaraan roda dua, dan menegur pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan. Polisi juga berkoordinasi dengan petugas keamanan pasar dan pengurus RT setempat. Sinergi ini dinilai efektif menekan potensi penumpukan kendaraan di Jl Jend Sudirman.

     

    AKP Wahyudi menambahkan, kegiatan gatur pagi akan terus dilakukan secara rutin. Selain mengurai kemacetan, kehadiran polisi juga memberi efek deteren terhadap pelaku kejahatan seperti copet dan jambret yang kerap memanfaatkan keramaian. “Kami ingin warga belanja nyaman dan aman,” tegasnya.

     

    Hasil pantauan, arus lalu lintas di sekitar Pasar Bintara terpantau ramai namun tetap lancar. Tidak ada kemacetan berarti dan situasi kamtibmas terkendali. Polsek Bekasi Barat berkomitmen hadir setiap pagi di titik-titik rawan demi kenyamanan masyarakat Kota Bekasi.

  • Jaga Jakarta On The Spot di Jatiwaringin, Polisi Ajak Warga Ronda

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Jatiwaringin Bripka Wardoyo menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Jl Pulau Sembilan RT 01/05 Perum Jatiwaringin Asri 2, Rabu (6/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri warga dan pengurus RT setempat.

     

    Dalam pertemuan, Bripka Wardoyo mengajak warga menghidupkan kembali ronda malam dan sistem keamanan lingkungan. “Keamanan lingkungan tanggung jawab kita bersama. Jangan hanya mengandalkan polisi. Ronda aktif sangat membantu mencegah kejahatan,” ujarnya di hadapan warga.

     

    Bhabin juga memberikan imbauan kamtibmas lainnya. Warga diminta memastikan pintu pagar dikunci dan kompor dimatikan saat meninggalkan rumah. Hal kecil ini dinilai penting untuk mencegah pencurian dan kebakaran. Selain itu, Bhabin meminta orang tua lebih peduli mengawasi anak remaja agar tidak terlibat tawuran, judi online, dan narkoba.

     

    Bripka Wardoyo menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara warga dan polisi. Warga diminta tidak ragu memberikan informasi sekecil apapun terkait gangguan kamtibmas. “Laporkan ke saya, ke Polsek Pondok Gede, atau langsung ke Call Center 110 yang gratis 24 jam,” katanya.

     

    Kegiatan ditutup dengan diskusi santai bersama warga. Situasi di wilayah Jatiwaringin dinyatakan aman dan kondusif. Polsek Pondok Gede akan terus menggelar Jaga Jakarta On The Spot di kelurahan lain sebagai upaya mempererat kemitraan dengan masyarakat.

  • Bhabinkamtibmas Jakasampurna Sambang Pos Satpam, Bahas Antisipasi C3

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Jakasampurna Aiptu Sulistanto melaksanakan patroli sambang ke Pos Keamanan Fajar Baru Utama RT 05/20, Rabu (6/8/2026) pukul 10.20 WIB. Bhabin bergabung dengan petugas keamanan Bapak Sukarno dan jajaran untuk membahas situasi kamtibmas di lingkungan perumahan.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sulistanto menyampaikan pesan agar petugas keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap C3 yaitu curat, curas, dan curanmor. Bhabin juga mengingatkan bahaya tawuran dan peredaran narkoba di kalangan remaja. “Catat identitas tamu dan kendaraan yang masuk. Jika ada yang mencurigakan segera koordinasi,” ujarnya.

     

    Bhabin menekankan pentingnya peran satpam sebagai garda terdepan keamanan perumahan. Petugas diminta aktif melakukan patroli keliling dan memastikan gerbang dijaga 24 jam. Sinergi antara warga, satpam, dan polisi dinilai kunci menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

     

    Selain itu, Bhabin mensosialisasikan layanan pengaduan cepat melalui WA Customer Service SPKT Polsek Bekasi Barat di nomor 0821 3081 0355. “Jika ada kejadian menonjol, segera laporkan. Kami siap merespon cepat,” katanya.

     

    Kegiatan berjalan aman dan kondusif. Pengurus perumahan menyambut baik kehadiran Bhabin. Polsek Bekasi Barat akan terus memperkuat patroli sambang ke perumahan dan kompleks sebagai upaya pencegahan kejahatan.

  • Ngopi Bareng di Bintarajaya, Bhabin Imbau Warga Jangan Mudah Percaya Hoax

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Bintarajaya Bripka Iwan Paroni menggelar sambang di Warkop RT 05/05 Kel Bintarajaya, Rabu (6/8/2026) pukul 10.15 WIB. Kegiatan dilakukan bersama staf kelurahan dan anggota Linmas dalam suasana santai namun tetap membahas keamanan lingkungan.

     

    Bripka Iwan mengajak aparatur kelurahan untuk menjaga kekompakan dan kerukunan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Warga menilai dari pelayanan kita. Jika kita kompak, warga juga akan ikut menjaga lingkungan,” katanya.

     

    Dalam kesempatan itu, Bhabin mengimbau warga agar tidak mudah percaya dan menyebarkan berita hoax di media sosial. Ia meminta masyarakat mengecek kebenaran informasi sebelum di-share. “Hoax bisa memecah belah dan meresahkan. Saring dulu sebelum sharing,” pesannya.

     

    Bhabin juga mendorong warga berperan aktif memberikan informasi terkait gangguan kamtibmas kepada polisi. Ia mensosialisasikan nomor WA SPKT Polsek Bekasi Barat 082130810355. “Layanan ini 24 jam. Kami siap bantu jika ada kejadian,” tambahnya.

     

    Kegiatan ngopi bareng ini disambut positif warga. Suasana kekeluargaan terjalin dan komunikasi antara Bhabin dengan masyarakat semakin erat. Polsek Bekasi Barat akan terus hadir di tengah warga melalui kegiatan sambang dan dialogis.

  • Kapolsek Jatisampurna Gelar Jaga Jakarta On The Spot, Serap Aspirasi

    KOTA BEKASI – Kapolsek Jatisampurna Iptu Musanif bersama Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Kp Kalimanggis RT 01 RW 04 Kel Jatikarya, Rabu (6/8/2026) pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh warga masyarakat Jatikarya.

     

    Dalam dialog, Kapolsek menyampaikan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat. Ia menghimbau warga mengaktifkan kembali pos kamling di setiap lingkungan. “Jika ada gangguan kamtibmas, segera hubungi Call Center 110. Layanan ini gratis dan cepat,” ujarnya.

     

    Kapolsek juga mengajak masyarakat Jatisampurna saling bahu membahu menjaga keamanan. Ia menekankan pentingnya komunikasi antar warga dan RT RW dalam memantau lingkungan. “Jangan sampai ada yang merasa asing di lingkungan sendiri. Tegur sapa itu penting,” tambahnya.

     

    Kegiatan ini menjadi sarana penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung. Warga menyampaikan berbagai keluhan dan masukan terkait keamanan, penerangan jalan, dan kenakalan remaja. Semua masukan dicatat untuk ditindaklanjuti.

     

    Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif. Kapolsek berharap program Jaga Jakarta On The Spot dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas melalui satkamling dan komunikasi kewilayahan.

  • Bhabinkamtibmas Cimuning Silaturahmi, Ingatkan Warga Waspada Curanmor

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Cimuning Aiptu Khafid Anwar melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Ujang di Jl Ceger Kp Pabuaran RT 002 RW 002, Rabu (6/8/2026) pukul 11.10 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedekatan polisi dengan warga.

     

    Dalam pertemuan, Bhabin menyampaikan beberapa imbauan kamtibmas. Ia mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap modus penipuan dan pencurian kendaraan bermotor yang belakangan marak terjadi. “Parkir kendaraan gunakan kunci ganda dan di tempat terang,” pesannya.

     

    Bhabin juga mengajak orang tua untuk lebih peduli terhadap anak remaja. Awasi pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam tawuran dan kenakalan remaja lainnya. “Peran orang tua sangat penting. Awasi kegiatan anak di luar rumah,” ujarnya.

     

    Selain itu, Bhabin mengajak warga mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling. Lingkungan yang aktif ronda akan mempersulit pelaku kejahatan untuk beraksi. “Keamanan lingkungan dimulai dari kita sendiri,” katanya.

     

    Warga menyambut baik kunjungan Bhabin. Mereka berjanji akan meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor ke Bhabin, Polsek Bantargebang, atau Call Center 110 jika melihat hal mencurigakan. Kegiatan berjalan aman dan penuh keakraban.