{"id":795,"date":"2026-07-14T07:40:28","date_gmt":"2026-07-14T07:40:28","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/"},"modified":"2026-07-14T07:40:28","modified_gmt":"2026-07-14T07:40:28","slug":"pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/","title":{"rendered":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional yang bertujuan memperkuat supremasi hukum serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Rullyandi, KUHAP baru hadir sebagai bentuk koreksi dan penyempurnaan terhadap aturan sebelumnya melalui proses harmonisasi dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan hukum, termasuk sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cLahirnya KUHAP baru merupakan paradigma pembaharuan hukum yang telah melalui proses harmonisasi serta mempertimbangkan berbagai perubahan hukum, termasuk putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang menjadi bagian dari perkembangan hukum acara pidana,\u201d ujar Muhammad Rullyandi di Jakarta, Selasa (14\/7\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah Putusan MK Nomor 21\/PUU-XII\/2014 yang mengatur mengenai perlunya prosedur pemeriksaan calon tersangka sebelum dilakukan penetapan tersangka. Menurutnya, ketentuan tersebut merupakan bagian dari rezim KUHAP lama dan telah mengalami perubahan dengan berlakunya KUHAP baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPutusan MK Nomor 21\/PUU-XII\/2014 harus dipahami dalam konteks keberlakuan KUHAP pada saat itu. Dengan adanya KUHAP baru, terdapat paradigma dan pengaturan baru yang menegaskan mekanisme penetapan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rullyandi menyebut, KUHAP baru telah mengatur secara tegas bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh paling sedikit dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 31 dan Pasal 90 ayat (1) KUHAP baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKetentuan dalam KUHAP baru memberikan penegasan bahwa dasar utama penetapan tersangka adalah terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah. Hal ini menjadi instrumen penting dalam menjamin kepastian hukum sekaligus memperkuat profesionalitas aparat penegak hukum,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menambahkan, dengan adanya pengaturan baru tersebut, ketentuan mengenai pemeriksaan calon tersangka sebelum penetapan tersangka sebagaimana berkembang dalam praktik berdasarkan Putusan MK Nomor 21\/PUU-XII\/2014 tidak lagi menjadi persyaratan mutlak sepanjang penyidik telah memenuhi standar pembuktian yang ditentukan dalam KUHAP baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSepanjang penyidik telah memperoleh minimal dua alat bukti yang sah sesuai KUHAP baru, maka penetapan tersangka dapat dilakukan berdasarkan ketentuan tersebut tanpa harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka sebagai saksi,\u201d tutur Rullyandi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menilai perubahan KUHAP ini harus dipahami sebagai upaya menyeimbangkan antara perlindungan hak warga negara dengan kebutuhan penegakan hukum yang efektif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKUHAP baru pada prinsipnya tetap menjunjung tinggi due process of law, namun di sisi lain memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menjalankan kewenangannya secara profesional berdasarkan alat bukti yang sah,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional yang bertujuan memperkuat supremasi hukum serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum. &nbsp; Menurut Rullyandi, KUHAP baru hadir sebagai bentuk koreksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5,6],"tags":[],"class_list":["post-795","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-humanis","category-terkini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2013 Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional yang bertujuan memperkuat supremasi hukum serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum. &nbsp; Menurut Rullyandi, KUHAP baru hadir sebagai bentuk koreksi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kabar Politik\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-14T07:40:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editorkabarin1\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editorkabarin1\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"editorkabarin1\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c\"},\"headline\":\"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah\",\"datePublished\":\"2026-07-14T07:40:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/\"},\"wordCount\":400,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Berita\",\"Humanis\",\"Terkini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/\",\"name\":\"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-14T07:40:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/2026\\\/07\\\/14\\\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/\",\"name\":\"Kabar Politik\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c\",\"name\":\"editorkabarin1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorkabarin1\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/kabarin.biz.id\\\/politik\\\/author\\\/editorkabarin1\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik","og_description":"Jakarta \u2013 Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional yang bertujuan memperkuat supremasi hukum serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum. &nbsp; Menurut Rullyandi, KUHAP baru hadir sebagai bentuk koreksi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/","og_site_name":"Kabar Politik","article_published_time":"2026-07-14T07:40:28+00:00","author":"editorkabarin1","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editorkabarin1","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/"},"author":{"name":"editorkabarin1","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/#\/schema\/person\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c"},"headline":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah","datePublished":"2026-07-14T07:40:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/"},"wordCount":400,"commentCount":0,"articleSection":["Berita","Humanis","Terkini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/","url":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/","name":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah - Kabar Politik","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/#website"},"datePublished":"2026-07-14T07:40:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/#\/schema\/person\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/2026\/07\/14\/pakar-hukum-tata-negara-kuhap-baru-tegaskan-penetapan-tersangka-berdasarkan-minimal-dua-alat-bukti-sah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/#website","url":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/","name":"Kabar Politik","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/#\/schema\/person\/3959ffb1f117b884966cc45df25d019c","name":"editorkabarin1","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ccb3cd8ee666a597d043f54903b5e44887b4b7e2237e7c2b07f7cf67568836a6?s=96&d=mm&r=g","caption":"editorkabarin1"},"url":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/author\/editorkabarin1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=795"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/795\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarin.biz.id\/politik\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}