Category: Terkini

  • Jaga Bekasi On The Spot, Polsek Medansatria Gelar Semarak Lomba HUT RI ke-81

     

    Kota Bekasi, – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, Polsek Medansatria menggelar “Semarak Lomba” untuk warga di Jl. Harapan Indah Raya Taman RW 19 Kel. Pejuang, Kec. Medansatria. Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB s.d. 11.30 WIB ini diikuti sekitar 181 peserta dan dipimpin langsung Kapolsek Medansatria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ada 4 jenis perlombaan yang digelar dengan penanggung jawab para Kanit Polsek. Lomba balap kelereng pakai sendok dipimpin Kanit Samapta Iptu Eko Herutomo, lomba masukin paku ke botol oleh Kanit Reskrim AKP Isak Erixon, lomba makan kerupuk oleh Kanit Intelkam Iptu Edy Sujarwanto, dan lomba balap karung pakai helm oleh Kanit Lantas Iptu Darwin Warsito. Peserta berasal dari kategori anak usia 10-13 tahun dan dewasa 20 tahun ke atas, dengan rincian 61 orang ikut balap kelereng, 49 orang masukin paku, 60 orang makan kerupuk, dan 11 orang balap karung.

     

    Kapolsek menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat kebersamaan dengan warga. Selama kegiatan berlangsung situasi aman, tertib, dan penuh semangat kemerdekaan.

  • Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional

    Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.

     

    Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

     

    “Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

     

    Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.

     

    Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.

     

    Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.

     

    “Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

     

    Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

     

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.

     

    Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.

     

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

     

    Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.

     

    “Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.

     

    Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    “Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

     

    Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

     

    Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.

     

    Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

     

    Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

     

    Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.

     

    Membangun Talenta dan Karakter

     

    Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.

     

    Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

     

    “Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

     

    Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.

     

    “Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

     

    Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.

     

    “Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

     

    “Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

     

    Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.

     

    Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.

     

    Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.

  • POLRES METRO BEKASI KOTA KOMITMEN BRANTAS PEREDARAN GELAP NARKOBA

    Kota Bekasi – Hasil pengungkapan kasus Tindak Pidana Narkotika Golongan I Jenis Tembakau Sintetis oleh Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi Kota. Pengungkapan terjadi pada hari Kamis, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB terkait maraknya transaksi peredaran Tembakau Sintetis di wilayah Mustikasari, Kota Bekasi.

     

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal melakukan penyelidikan melalui media sosial Instagram terhadap akun yang diduga menjual Tembakau Sintetis. Dari hasil transaksi diperoleh identitas berupa nomor rekening dan alamat pengiriman. Berdasarkan pengembangan tersebut, pada pukul 03.00 WIB Tim berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial M.R.S, dari tangan tersangka disita 1 unit HP dan buku rekening bank yang digunakan sebagai sarana transaksi. Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku hanya sebagai penerima transfer dan pengelola rekening, sementara yang memproduksi dan memasok barang adalah Sdr. R.R.

     

    Selanjutnya pada pukul 03.30 WIB Tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Sdr. RR di rumah kontrakannya di Jl. Melati Jatimulya, Bekasi.

    Sdr. RR mengakui sejak Tahun 2024 sudah sebagai pecandu Narkotika jenis Sabu dan sejak Tahun 2025 beralih menggunakan Shinte (tembakau gorila) yg selalu membelinya lewat medsos IG dan mengkonsumsinya di kontrakan sdr. RR.

    3 bulan terakhir ini bulan Maret 2026 sdr. RR melihat diakun IGnya melihat cara membuat Shinte (tembakau Gorila) dan ketertarikan sdr. RR untuk membuat dalam pikiran sdr. RR bahwa dirinya dapat menggunakan dan menjual sinthe tersebut akan mendapatkan keuntungan, akhirnya sdr. RR bermodal uang Rp.7 jt, membeli peralatan berupa : timbangan digital, peralatan produksi meliputi toples, gelas ukur, jerigen alkohol pelarut, alat pengaduk elektrik, pack plastik klip,

    Sdr. RR menjelaskan sabgat mudah membuat atau meramu sinthe (tembakau gorila), Saat mengamankan sdr. RR team

    menyita barang bukti berupa 1 bungkus besar Tembakau Sintetis brutto 424,70 gram dan 4 bungkus kecil brutto 16,40 gram, 1 bungkus tembakau biasa,beli peralatan berupa :

    2 buah timbangan digital, peralatan produksi meliputi toples, gelas ukur, jerigen alkohol pelarut, alat pengaduk elektrik, 19 pack plastik klip, serta 2 unit HP iPhone yang digunakan untuk transaksi. Dari hasil pemeriksaan, tersangka RR mengaku telah 3 kali memproduksi dan mengedarkan Tembakau Sintetis sejak Maret 2026 melalui akun Instagram Modusnya dengan mencampur bubuk bibit sintetis dan alkohol pelarut, diaduk, dicampur tembakau biasa, lalu dijemur dan dikemas.

     

    Kasatresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota Kompol Untung Riswaji mengatakan bahwa Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota terus akan memberantas peredaran gelap narkoba

     

    “Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota akan terus memberantas peredaran gelap narkoba” tuturnya

     

    Atas perbuatannya, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut , Pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

     

    [Humas Polres Metro Bekasi Kota]

  • Kunjungi Warga Yang Sakit Dan Lansia Kapolsek Bekasi Barat Salurkan Bantuan

    Kota Bekasi – Dalam rangka kegiatan Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH.,MH. bersama Waka Polsek AKP Parwoto dan Kasi Humas serta Bhabinkamtibmas Jakasampurna, melaksanakan kunjungan sosial kepada warga di Kampung Cikunir RW.015 Jakasampurna Bekasi Barat.(7/8-2026).

     

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama personel memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang sedang sakit serta warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial.

     

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Bekasi Barat untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

     

    Kapolsek Bekasi Barat menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya perhatian dan kepedulian tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan warga.

     

    Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan jajaran Polsek Bekasi Barat. Situasi kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh suasana kekeluargaan

  • 35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital

    Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

     

    Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

     

    Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

     

    Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

     

    Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

     

    Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

     

    Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

     

    Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

     

    Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

     

    Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

     

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

     

    “Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

     

    “Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

     

    Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

     

    Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

     

    Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

     

    “Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

     

    Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

     

    “Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

     

    Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

     

    “Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

     

    Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

     

    Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

     

    Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

     

    Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

     

    Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

     

    “Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

     

    “Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

     

    Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

     

    Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

     

    *Dari gaming menuju achievement.*

    *Dari dream menuju become.*

  • 35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital

    Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

     

    Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

     

    Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

     

    Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

     

    Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

     

    Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

     

    Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

     

    Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

     

    Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

     

    Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

     

    Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

     

    Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

     

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

     

    “Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

     

    “Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

     

    Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

     

    Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

     

    Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

     

    “Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

     

    Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

     

    “Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

     

    Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

     

    “Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

     

    Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

     

    Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

     

    Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

     

    Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

     

    Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

     

    “Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

     

    Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

     

    “Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

     

    Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

     

    Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

    *Dari gaming menuju achievement.*

    *Dari dream menuju become.*

  • Bakti Kesehatan Kodam Jaya – Polda Metro Jaya Layani 1.876 Masyarakat di Monas

    JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar Bakti Kesehatan dalam rangkaian Apel Kebangsaan Tahun 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 148 tenaga kesehatan gabungan dikerahkan, terdiri atas 120 personel medis dan paramedis Biddokkes Polda Metro Jaya serta 28 personel Kesdam Jaya.

     

    Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol. dr. M. Faizal Zulkarnaen, M.H., Sp.F., M.A.R.S. mengatakan, bakti kesehatan merupakan wujud sinergi Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami menyiapkan tenaga medis dan paramedis untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan sesuai kebutuhan,” katanya.

     

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.876 orang mendapatkan pelayanan kesehatan, terdiri atas 700 orang menjalani pengobatan umum, 23 orang pengobatan spesialis, 42 orang pengobatan gigi, 936 orang menerima kacamata baca, 162 orang menjalani pemeriksaan laboratorium, serta 13 orang mendapatkan layanan fisioterapi. Pada pelayanan pengobatan umum, keluhan yang ditangani antara lain hipertensi, diabetes melitus, ISPA, common cold, hiperkolesterolemia, myalgia, asam urat, gastritis, dan dermatitis.

     

    Selain pelayanan kesehatan, Biddokkes Polda Metro Jaya dan Kesdam Jaya juga menyiagakan tim kesehatan lapangan serta tim penghubung di sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendukung pengamanan medis selama kegiatan. Seluruh rangkaian Bakti Kesehatan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya berlangsung aman dan lancar sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi kedua institusi serta masyarakat.

  • Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bantargebang Serap Aspirasi Warga Cikiwul

    KOTA BEKASI – Dalam upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Bantargebang melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di wilayah hukumnya.

     

    Kegiatan tersebut berlangsung di Jl. Rawa Tengah RT 004/002, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Jum’at (7/8). , dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat serta warga yang tengah melaksanakan ronda malam.

     

    Kegiatan dihadiri Ps. Kanit Bimas Polsek Bantargebang Iptu Nasrullah M. Bagza, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikiwul, Babinsa Kelurahan Cikiwul, Lurah Cikiwul Acep Supriyadi, S.IP., Ketua LPM Kelurahan Cikiwul Thalib S. Hidayah, S.H., Ketua RW 02 Ipit Kamaludin, Ketua RT 04/RW 02 Ugay Sanjaya, serta warga masyarakat.

     

    Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Bantargebang tidak hanya melakukan pemantauan situasi lingkungan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, saran, masukan maupun informasi terkait kondisi kamtibmas di lingkungan setempat.

     

    Petugas juga memberikan sejumlah imbauan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

     

    Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH, MM, dalam keterangannya di tempat terpisah, mengatakan bahwa kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan warga.

     

    «“Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, saran dan informasi dari warga. Sinergitas antara kepolisian, TNI, pemerintah wilayah dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Kompol Sukadi.»

     

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengoptimalkan kegiatan ronda dan segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

     

    “Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian, memperkuat komunikasi serta bersama-sama mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas,” tambahnya.

     

    Dari kegiatan tersebut, terjalin komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Berbagai aspirasi dan informasi yang berkembang di lingkungan warga dapat terserap secara langsung, sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

     

    Masyarakat juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan lingkungan serta berharap komunikasi dan kegiatan sambang seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

     

    Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah hukum Polsek Bantargebang, khususnya di Kelurahan Cikiwul, terpantau aman, lancar dan kondusif.

  • Jaga Jakarta On The Spot: Polsek Bekasi Selatan Perkuat Patroli, Cegah Tawuran dan Balap Liar

    Kota Bekasi – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat Polsek Bekasi Selatan melalui Program Jaga Jakarta On The Spot. Pada Sabtu dini hari (7/8/2026), jajaran Polsek Bekasi Selatan melaksanakan patroli stasioner cipta kondisi sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tawuran, balap liar serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.

     

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.30 hingga 05.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolsek Bekasi Selatan AKP Marulam Damanik, dengan melibatkan 10 personel piket fungsi. Patroli menyasar sejumlah titik, di antaranya Jalan Puloribung Raya, Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan KH. Noer Ali, hingga Jalan Cikunir Raya.

     

    Selain mengantisipasi tawuran dan balap liar, personel juga melakukan langkah preventif terhadap potensi kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) serta gangguan keamanan lainnya. Dalam kegiatan tersebut turut dilaksanakan razia stasioner dengan sasaran senjata tajam, senjata api ilegal, narkoba, serta barang-barang yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak pidana.

     

    Wakapolsek Bekasi Selatan AKP Marulam Damanik menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga sebagai upaya membangun rasa aman melalui pencegahan sejak dini.

     

    “Melalui Program Jaga Jakarta On The Spot, kami ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran polisi secara nyata. Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah tawuran, balap liar, 3C, narkoba, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Prinsipnya, sebelum gangguan terjadi, kami berupaya hadir lebih dahulu untuk mencegahnya,” ujar AKP Marulam Damanik.

     

    Ia menambahkan bahwa keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

     

    “Keamanan bukan hanya tentang seberapa banyak personel yang berpatroli, tetapi juga tentang bagaimana polisi dan masyarakat saling menjaga. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat potensi gangguan keamanan,” tambahnya.

     

    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Dari hasil patroli dan razia stasioner, tidak ditemukan adanya pelanggaran pidana. Polsek Bekasi Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis apabila membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan kamtibmas.

     

    Melalui patroli yang konsisten dan kehadiran polisi di ruang publik, Program Jaga Jakarta On The Spot diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan wilayah Bekasi Selatan yang semakin aman, tertib, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

  • JAGA JAKARTA ON THE SPOT, KAPOLSEK JATIASIH PIMPIN LANGSUNG SERAP ASPIRASI WARGA DEMI WUJUDKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF

    JATIASIH – Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan, S.H., M.H., didampingi Kanit Binmas IPTU Misin Mustion dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiasih AIPTU Maulanan, melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Pos Kamling Kp. Kebantenan RT 05/04, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (7/8/2026).

     

    Kegiatan yang turut dihadiri Ketua Lingkungan RW 04 Bapak Atang, tokoh masyarakat dan warga setempat tersebut diisi dengan dialog serta penyerapan aspirasi, saran dan masukan masyarakat terkait situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.

     

    Kapolsek juga menyampaikan imbauan agar masyarakat bersama-sama mencegah tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Warga juga diajak aktif menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas.

     

    Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif.