Blog

  • Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Gelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama

    Jakarta –  Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk pemuliaan sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup dan landasan pengabdian seluruh insan Bhayangkara.

     

    Prosesi penyucian Panji Rastra Sewakottama berlangsung khidmat dan sarat makna. Dalam rangkaian tersebut, Kapolri melaksanakan tiga tahapan simbolis. Tahap pertama berupa pembersihan panji menggunakan sikat, yang dimaknai sebagai upaya membersihkan segala kekurangan dan tekad untuk terus melakukan perbaikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

     

    Pada tahap kedua, Kapolri memercikkan air yang berasal dari sumber mata air di 34 wilayah di Indonesia yang telah disatukan di Jakarta. Prosesi ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh jajaran kepolisian dari Sabang hingga Merauke dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

     

    Tahap terakhir dilakukan dengan pemberian wewangian pada Panji Rastra Sewakottama. Simbol ini dimaknai sebagai harapan agar setiap pengabdian Polri senantiasa mengharumkan nama institusi serta semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

     

    Setelah rangkaian penyucian selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon kekuatan, keselamatan, dan perlindungan dalam pelaksanaan tugas-tugas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

     

    Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

     

    “Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

     

    Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam prosesi penyucian tersebut menjadi pengingat bahwa Polri harus terus berbenah, memperkuat soliditas, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang profesional, modern, dan humanis.

     

    “Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” lanjutnya.

     

    Melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Panji Rastra Sewakottama, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai institusi yang profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

  • Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Gelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama

    Jakarta –  Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk pemuliaan sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup dan landasan pengabdian seluruh insan Bhayangkara.

     

    Prosesi penyucian Panji Rastra Sewakottama berlangsung khidmat dan sarat makna. Dalam rangkaian tersebut, Kapolri melaksanakan tiga tahapan simbolis. Tahap pertama berupa pembersihan panji menggunakan sikat, yang dimaknai sebagai upaya membersihkan segala kekurangan dan tekad untuk terus melakukan perbaikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

     

    Pada tahap kedua, Kapolri memercikkan air yang berasal dari sumber mata air di 34 wilayah di Indonesia yang telah disatukan di Jakarta. Prosesi ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh jajaran kepolisian dari Sabang hingga Merauke dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

     

    Tahap terakhir dilakukan dengan pemberian wewangian pada Panji Rastra Sewakottama. Simbol ini dimaknai sebagai harapan agar setiap pengabdian Polri senantiasa mengharumkan nama institusi serta semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

     

    Setelah rangkaian penyucian selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon kekuatan, keselamatan, dan perlindungan dalam pelaksanaan tugas-tugas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

     

    Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

     

    “Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

     

    Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam prosesi penyucian tersebut menjadi pengingat bahwa Polri harus terus berbenah, memperkuat soliditas, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang profesional, modern, dan humanis.

     

    “Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” lanjutnya.

     

    Melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Panji Rastra Sewakottama, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai institusi yang profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

  • POLRI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA SAMBUT HARI BHAYANGKARA KE-80

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

     

    Dzikir dan doa bersama diikuti oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia secara virtual. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memohon kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

     

    Suasana khidmat mewarnai jalannya dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Polri diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral dan etika dalam menjalankan tugas kepolisian.

     

    Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya dalam menyambut usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun.

     

    “Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada Wartawan di Jakarta.

     

    Ia berharap memasuki usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata harus terus diinternalisasikan oleh seluruh anggota sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

     

    “Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi. Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.

     

    Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat semangat pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Polri untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

  • Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

    Banten, Kota Cilegon, 25 Juni 2026 – Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Banten bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kementerian Agama Kota Cilegon, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dalam rangka pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan: Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” tersebut berlangsung di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon.

     

    Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET melalui pendekatan edukasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

     

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cilegon Robinsar, S.E., Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun, S.I.K., Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Drs. Bambang Hario Bintan, S.H., M.H., Ketua FKUB Kota Cilegon Dr. K.H. Abdul Karim Ismail, M.A., Ph.D., Ketua MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, B.A., Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, S.E., serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat lainnya.

     

    Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

     

    Sementara itu, Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun menekankan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional, tetapi juga penyebaran ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, upaya deteksi dini, penguatan toleransi, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

     

    Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menanamkan nilai moral, toleransi, dan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng terhadap pengaruh intoleransi dan ekstremisme, khususnya di era perkembangan media sosial yang semakin pesat.

     

    Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sarana utama penyebaran propaganda intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai upaya membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

     

    Pada sesi materi, Iptu Rudiana Bachrie, S.T., M.M. dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai strategi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Materi tersebut mencakup perkembangan ancaman radikalisme, implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), pola penyebaran paham radikal, serta langkah-langkah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh perangkat desa, penyuluh agama, dan aparat kewilayahan.

     

    Narasumber lainnya, Gus Najih selaku Wakil Sekretaris BPET MUI, menyoroti tantangan penyebaran konten radikal di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital, selektivitas dalam memilih sumber kajian keagamaan, serta penguatan wawasan keagamaan dan kebangsaan sebagai langkah pencegahan terhadap radikalisasi generasi muda.

     

    Sementara itu, Munir yang merupakan mantan narapidana terorisme dan kini menjadi Sahabat Densus, membagikan pengalaman mengenai proses radikalisasi yang dapat terjadi melalui pengaruh lingkungan, komunitas, dan propaganda digital. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.

     

    Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

     

    Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham IRET, memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial, serta melahirkan agen-agen perdamaian yang mampu menjadi pelopor toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.

  • Wakapolsek Bekasi Utara Laksanakan Jaga Jakarta On The Spot di Kelurahan Perwira

    Bekasi Utara – Wakapolsek Bekasi Utara AKP Nurhadi Basuki bersama jajaran Polsek Bekasi Utara melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot pada Kamis, 25 Juni 2026 di Kampung Kaliabang Nangka RT 02 RW 02, Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara.

     

    Kegiatan tersebut diisi dengan dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga untuk menyerap aspirasi serta informasi terkait situasi kamtibmas di lingkungan. Selain itu, disampaikan pula himbauan mengenai pencegahan kejahatan jalanan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya penggunaan media sosial secara bijak.

     

    Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan

  • Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan

    Jakarta – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Rekrutmen Proaktif Penyandang Disabilitas yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah disahkan.

     

    Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mekanisme seleksi bagi penyandang disabilitas pada prinsipnya tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, namun disertai penyesuaian yang memperhatikan kondisi disabilitas peserta.

     

    “Polri memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam proses seleksi, kami menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan memberikan penyesuaian sesuai kondisi disabilitas yang dimiliki peserta, tanpa mengurangi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

     

    Ia menjelaskan bahwa rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.

     

    Menurut Johnny, jenis disabilitas yang selama ini dapat mengikuti rekrutmen Polri antara lain disabilitas fisik dengan kategori tertentu yang masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan jabatan yang dibutuhkan organisasi. Beberapa kategori yang telah direkrut antara lain penyandang amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, maupun cerebral palsy dengan tingkat disabilitas ringan yang masih mampu menjalankan aktivitas secara mandiri.

     

    “Penempatan personel disabilitas dilakukan berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Mereka dapat bertugas pada fungsi-fungsi yang lebih mengedepankan kemampuan administrasi, analisis, pelayanan publik, teknologi informasi, kesehatan, maupun bidang pendukung lainnya yang relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

     

    Lebih lanjut, Johnny menuturkan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut penyandang disabilitas melalui jalur SIPSS, Bintara, maupun ASN Polri. Pada tahun 2024 tercatat dua peserta disabilitas direkrut melalui SIPSS dan 16 orang melalui jalur Bintara. Sementara pada tahun 2025 terdapat satu peserta disabilitas yang diterima melalui jalur Bintara Polri.

     

    Terkait jumlah atau persentase rekrutmen ke depan, Johnny mengatakan bahwa Polri masih melakukan kajian dan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang berlaku.

     

    “Yang terpenting adalah memastikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan potensi untuk menjadi bagian dari Polri. Prinsipnya, Polri akan terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.

     

    Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun institusi yang modern, humanis, dan menghormati hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

  • APEL MINGGON TIGA PILAR KECAMATAN JATIASIH

    JATIASIH – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan koordinasi antar unsur pemerintahan serta menjaga kondusifitas wilayah, telah dilaksanakan kegiatan Apel Minggon Tiga Pilar Kecamatan Jatiasih yang bertempat di Halaman Kantor Kelurahan Jatimekar, Kampung Rawabogo RT 02 RW 01, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

     

    Kegiatan apel tersebut dihadiri oleh Camat Jatiasih, Wakapolsek Jatiasih AKP Dharma Hermawan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jati mekar, Babinsa Kelurahan Jatimekar Serka Mursidi, serta seluruh aparatur pemerintahan se-Kecamatan Jatiasih.

     

    Dalam pelaksanaannya, apel minggon menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara unsur Tiga Pilar, yaitu Pemerintah Kecamatan, TNI, dan Polri, dalam menyikapi berbagai perkembangan situasi di wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga membahas upaya-upaya bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, kebersihan lingkungan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

     

    Wakapolsek Jatiasih AKP Dharma menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Dengan adanya koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan di wilayah dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat serta tepat.

     

    Kegiatan Apel Minggon Tiga Pilar berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kecamatan Jatiasih. [ORH]

  • Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Pondok Gede Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga Jatimelati

    Kota Bekasi – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Pada Rabu (24/6/2026), Polsek Pondok Gede menyalurkan bantuan sosial (baksos) kepada warga yang membutuhkan di Jl.Kp. Sawah RT 003/003 Kel.Jatimelati Kec.Pondok Melati Kota Bekasi .

     

    Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di kediaman Ketua RT 010 yang berlokasi di Jalan Melati Tengah RT 010 RW 006, Kelurahan Jatiwarna. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Pondok Gede Kompol Sri Kusnandar, Kanit Binmas IPTU Pardi Prastyo, SH, Panit Samapta IPDA Pangaribuan, serta para Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Pondok Melati.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas mendampingi Wakapolsek Pondok Gede untuk menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada warga penerima manfaat. Sebanyak 10 paket beras disalurkan kepada masyarakat yang dinilai berhak menerima bantuan guna membantu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari.

     

    Wakapolsek Pondok Gede Kompol Sri Kusnandar menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan.

  • Polsek Jatisampurna Gelar Patroli Mobile dan Operasi Jaya 21, Antisipasi 3C dan Gangguan Kamtibmas

    Kota Bekasi – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Polsek Jatisampurna melaksanakan kegiatan Patroli Mobile dan Operasi Jaya 21 pada Kamis dini hari, 25 Juni 2026, mulai pukul 01.30 WIB hingga selesai di wilayah hukum Polsek Jatisampurna.

     

    Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dilaksanakan pada Rabu malam, 24 Juni 2026 pukul 23.15 WIB di halaman Mapolsek Jatisampurna, Jalan Raya Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

     

    Kegiatan dipimpin oleh AIPTU Abdul Manan selaku Kapolsubsektor Wahana Polsek Jatisampurna sebagai Perwira Pengendali Piket. Dalam arahannya, personel diberikan penekanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan patroli secara maksimal di sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap tindak kriminalitas dan gangguan kamtibmas.

     

    Adapun sasaran patroli meliputi wilayah Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jalan Masjid At Taqwa, serta Jalan SMPN 28, dengan fokus pencegahan terhadap tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta bentuk kejahatan lainnya.

     

    Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan Operasi Jaya 21 berupa razia kendaraan bermotor yang dilaksanakan di Jalan Masjid At Taqwa RT 001/007, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Operasi tersebut menyasar kepemilikan senjata tajam, penyalahgunaan narkoba, serta pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan.

     

    Kapolsek Jatisampurna IPTU Musanif menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan.

     

    Dari hasil pelaksanaan patroli dan operasi, tidak ditemukan pelanggaran maupun temuan menonjol (nihil). Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan situasi wilayah hukum Polsek Jatisampurna tetap kondusif.

     

    Polsek Jatisampurna berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

  • Nobar Piala Dunia 2026 di Jatiwarna, Bripka Deddy Lesmana Ingatkan Warga Bentengi Anak dari Judi Online

    BEKASI – Memanfaatkan antusiasme demam sepak bola dunia sebagai sarana mendinginkan tensi sosial (cooling system) tengah gencar dilakukan oleh jajaran Polsek Pondok Gede. Langkah kreatif ini diwujudkan oleh Unit Binmas melalui kegiatan interaksi langsung paruh malam bersama warga. Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiwarna, Bripka Deddy Lesmana Situmorang, menggelar nonton bareng (nobar) laga Piala Dunia 2026 antara Portugal melawan Uzbekistan di wilayah Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Rabu dini hari (24/6/2026) pukul 00.00 WIB.

     

    Acara nobar penuh keakraban ini dipusatkan di kediaman Ketua RT 004, Bapak Junaedi Wangsa, yang berlokasi di Jalan Masjid RT 004/RW 004, Kelurahan Jatiwarna. Tidak hanya dihadiri oleh tokoh lingkungan, kegiatan ini juga diikuti secara kompak oleh para personel Pokdarkamtibmas Sektor SS 27 serta puluhan warga sekitar. Berkumpulnya elemen masyarakat dan kepolisian di satu lokasi ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat kemitraan dan komunikasi dua arah.

     

    Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan bahwa momen berkumpulnya warga harus diisi dengan edukasi kamtibmas yang menyentuh persoalan keluarga. Di sela-sela riuhnya pertandingan sepak bola, Bripka Deddy mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak usia remaja agar tidak terseret aksi tawuran. “Kami juga mengingatkan warga agar membentengi diri dari judi online (judol) serta menghindari pinjaman uang dari rentenir atau bank keliling yang merugikan ekonomi,” urai Kompol Bambang.

     

    Selain memberikan edukasi, Bripka Deddy mengajak pengurus RT untuk mengaktifkan kembali siskamling dan pos ronda warga guna mengantisipasi pencurian kendaraan. Warga diminta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan sekecil apa pun kepada bhabinkamtibmas setempat. Hingga peluit panjang babak kedua berakhir dan warga membubarkan diri, suasana nonton bareng tersebut berjalan dengan sangat aman, tertib, dan situasi berada dalam kondisi tertib aman.