Blog

  • Jaga Jakarta On The Spot: Polsek Bekasi Selatan Tingkatkan Patroli Preventif, Cegah Tawuran dan Balap Liar

    KOTA BEKASI – Dalam rangka mendukung Program Jaga Jakarta On The Spot, jajaran Polsek Bekasi Selatan melaksanakan Patroli Cipta Kondisi yang dirangkaikan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam (1/8/2026) hingga Minggu dini hari (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Wakapolsek Bekasi Selatan, AKP Marulam Damanik, dengan melibatkan 15 personel.

     

    Patroli menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Pulo Ribung Raya, Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Raya Pekayon, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan KH Noer Ali, hingga Jalan Cikunir Raya. Selain patroli mobile sebagai langkah preventif, petugas juga melaksanakan razia stasioner di Jalan Cikunir Raya dengan sasaran kepemilikan senjata tajam, senjata api ilegal, narkoba, serta potensi tindak kejahatan jalanan.

     

    Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Bekasi Selatan terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa ditemukan adanya tindak pidana maupun pelanggaran hukum.

     

    Wakapolsek Bekasi Selatan, AKP Marulam Damanik dalam keterangannya, mengatakan bahwa Program Jaga Jakarta On The Spot merupakan komitmen Polri untuk menghadirkan rasa aman melalui kehadiran personel secara langsung di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan.

     

    “Melalui Program Jaga Jakarta On The Spot, kami terus mengoptimalkan patroli preventif dan razia secara humanis guna mencegah tawuran, balap liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya menjaga keamanan bersama,” ujar AKP Marulam Damanik.

     

    Polsek Bekasi Selatan juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif menjaga lingkungan serta tidak ragu memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis untuk melaporkan setiap gangguan keamanan maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran polisi.

  • Kapolsek Bekasi Barat Pimpin Kerja Bakti Bersama Warga Kranji Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

    KOTA BEKASI – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Polsek Bekasi Barat menggelar kegiatan Bakti Sosial Jakarta Merdeka bersama warga RT 04 RW 03, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (2/8/2026).

     

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Bekasi Barat, AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., dan diikuti personel Polsek Bekasi Barat bersama masyarakat setempat. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan serta pengecatan Pos Kamling RT 04 di Jalan Beringin Raya, sekaligus membersihkan lapangan, ruas jalan lingkungan, serta saluran drainase yang dipenuhi sampah dan rumput liar.

     

    Dengan semangat gotong royong, anggota Polri dan warga bahu-membahu mengangkut sampah, mencabut rumput, serta membersihkan got agar aliran air kembali lancar. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

     

    Di sela kegiatan, Kapolsek Bekasi Barat mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari rumah masing-masing. Ia juga mengimbau warga agar senantiasa memelihara kekompakan, memperkuat semangat guyub rukun, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui peran aktif masyarakat.

     

    Menurut Kapolsek, bakti sosial ini merupakan bagian dari program Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain memperindah lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun budaya gotong royong serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan.

  • Langkah Kecil, Rasa Aman yang Besar: Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Hangatkan Kenyam

     

    Nduga, Papua Pegunungan – Langkah kaki personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyusuri jalanan Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/8/2026), bukan sekadar patroli rutin. Di balik setiap langkah, hadir upaya membangun kedekatan, menyapa masyarakat, mendengarkan cerita warga, dan memastikan rasa aman benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Patroli dialogis dilaksanakan di sekitar Gereja GKI Sion hingga kawasan permukiman warga. Sepanjang perjalanan, personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka.

     

    Suasana hangat tampak ketika warga menyambut personel dengan senyum dan sapaan. Percakapan sederhana di pinggir jalan, tawa anak-anak yang menghampiri, hingga dialog ringan bersama tokoh masyarakat menjadi gambaran bahwa kehadiran personel keamanan tidak hanya dirasakan sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah masyarakat.

     

    Salah seorang masyarakat Kenyam yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan pendekatan yang dilakukan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

     

    “Kami senang karena bapak-bapak polisi sering datang menyapa dan berbicara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya lewat, tetapi mau berhenti, mendengar cerita kami, dan menanyakan keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan aparat. Kami berharap hubungan baik seperti ini terus dipertahankan,” ujarnya.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan yang berkelanjutan.

     

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui kehadiran personel, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh personel untuk hadir secara humanis, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat,” ujar Kaops.

     

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz.

     

    “Kami ingin setiap personel hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui patroli jalan kaki, personel dapat berinteraksi secara langsung, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih akrab. Kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” kata Wakaops.

     

    Patroli humanis ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan tidak selalu dilakukan melalui tindakan represif, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus, komunikasi yang hangat, dan kepedulian terhadap masyarakat. Langkah-langkah kecil personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyapa, mendengar, dan berjalan bersama warga telah menghadirkan rasa aman yang lebih besar sekaligus memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Kenyam.

     

    Melalui patroli jalan kaki yang dilaksanakan secara rutin, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dengan sinergi dan kepercayaan yang terus terbangun, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan penuh optimisme menuju Papua yang damai dan sejahtera.

  • Langkah Kecil, Rasa Aman yang Besar: Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Hangatkan Kenyam

     

    Nduga, Papua Pegunungan – Langkah kaki personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyusuri jalanan Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/8/2026), bukan sekadar patroli rutin. Di balik setiap langkah, hadir upaya membangun kedekatan, menyapa masyarakat, mendengarkan cerita warga, dan memastikan rasa aman benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Patroli dialogis dilaksanakan di sekitar Gereja GKI Sion hingga kawasan permukiman warga. Sepanjang perjalanan, personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka.

     

    Suasana hangat tampak ketika warga menyambut personel dengan senyum dan sapaan. Percakapan sederhana di pinggir jalan, tawa anak-anak yang menghampiri, hingga dialog ringan bersama tokoh masyarakat menjadi gambaran bahwa kehadiran personel keamanan tidak hanya dirasakan sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah masyarakat.

     

    Salah seorang masyarakat Kenyam yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan pendekatan yang dilakukan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

     

    “Kami senang karena bapak-bapak polisi sering datang menyapa dan berbicara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya lewat, tetapi mau berhenti, mendengar cerita kami, dan menanyakan keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan aparat. Kami berharap hubungan baik seperti ini terus dipertahankan,” ujarnya.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan yang berkelanjutan.

     

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui kehadiran personel, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh personel untuk hadir secara humanis, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat,” ujar Kaops.

     

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz.

     

    “Kami ingin setiap personel hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui patroli jalan kaki, personel dapat berinteraksi secara langsung, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih akrab. Kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” kata Wakaops.

     

    Patroli humanis ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan tidak selalu dilakukan melalui tindakan represif, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus, komunikasi yang hangat, dan kepedulian terhadap masyarakat. Langkah-langkah kecil personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyapa, mendengar, dan berjalan bersama warga telah menghadirkan rasa aman yang lebih besar sekaligus memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Kenyam.

     

    Melalui patroli jalan kaki yang dilaksanakan secara rutin, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dengan sinergi dan kepercayaan yang terus terbangun, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan penuh optimisme menuju Papua yang damai dan sejahtera.

  • Langkah Kecil, Rasa Aman yang Besar: Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Hangatkan Kenyam

     

    Nduga, Papua Pegunungan – Langkah kaki personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyusuri jalanan Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/8/2026), bukan sekadar patroli rutin. Di balik setiap langkah, hadir upaya membangun kedekatan, menyapa masyarakat, mendengarkan cerita warga, dan memastikan rasa aman benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Patroli dialogis dilaksanakan di sekitar Gereja GKI Sion hingga kawasan permukiman warga. Sepanjang perjalanan, personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka.

     

    Suasana hangat tampak ketika warga menyambut personel dengan senyum dan sapaan. Percakapan sederhana di pinggir jalan, tawa anak-anak yang menghampiri, hingga dialog ringan bersama tokoh masyarakat menjadi gambaran bahwa kehadiran personel keamanan tidak hanya dirasakan sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah masyarakat.

     

    Salah seorang masyarakat Kenyam yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan pendekatan yang dilakukan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

     

    “Kami senang karena bapak-bapak polisi sering datang menyapa dan berbicara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya lewat, tetapi mau berhenti, mendengar cerita kami, dan menanyakan keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan aparat. Kami berharap hubungan baik seperti ini terus dipertahankan,” ujarnya.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan yang berkelanjutan.

     

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui kehadiran personel, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh personel untuk hadir secara humanis, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat,” ujar Kaops.

     

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz.

     

    “Kami ingin setiap personel hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui patroli jalan kaki, personel dapat berinteraksi secara langsung, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih akrab. Kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” kata Wakaops.

     

    Patroli humanis ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan tidak selalu dilakukan melalui tindakan represif, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus, komunikasi yang hangat, dan kepedulian terhadap masyarakat. Langkah-langkah kecil personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyapa, mendengar, dan berjalan bersama warga telah menghadirkan rasa aman yang lebih besar sekaligus memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Kenyam.

     

    Melalui patroli jalan kaki yang dilaksanakan secara rutin, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dengan sinergi dan kepercayaan yang terus terbangun, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan penuh optimisme menuju Papua yang damai dan sejahtera.

  • Langkah Kecil, Rasa Aman yang Besar: Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Hangatkan Kenyam

     

    Nduga, Papua Pegunungan – Langkah kaki personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyusuri jalanan Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/8/2026), bukan sekadar patroli rutin. Di balik setiap langkah, hadir upaya membangun kedekatan, menyapa masyarakat, mendengarkan cerita warga, dan memastikan rasa aman benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Patroli dialogis dilaksanakan di sekitar Gereja GKI Sion hingga kawasan permukiman warga. Sepanjang perjalanan, personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka.

     

    Suasana hangat tampak ketika warga menyambut personel dengan senyum dan sapaan. Percakapan sederhana di pinggir jalan, tawa anak-anak yang menghampiri, hingga dialog ringan bersama tokoh masyarakat menjadi gambaran bahwa kehadiran personel keamanan tidak hanya dirasakan sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah masyarakat.

     

    Salah seorang masyarakat Kenyam yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan pendekatan yang dilakukan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

     

    “Kami senang karena bapak-bapak polisi sering datang menyapa dan berbicara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya lewat, tetapi mau berhenti, mendengar cerita kami, dan menanyakan keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan aparat. Kami berharap hubungan baik seperti ini terus dipertahankan,” ujarnya.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan yang berkelanjutan.

     

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui kehadiran personel, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong seluruh personel untuk hadir secara humanis, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat,” ujar Kaops.

     

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz.

     

    “Kami ingin setiap personel hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui patroli jalan kaki, personel dapat berinteraksi secara langsung, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih akrab. Kedekatan seperti inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” kata Wakaops.

     

    Patroli humanis ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan tidak selalu dilakukan melalui tindakan represif, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus, komunikasi yang hangat, dan kepedulian terhadap masyarakat. Langkah-langkah kecil personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang menyapa, mendengar, dan berjalan bersama warga telah menghadirkan rasa aman yang lebih besar sekaligus memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat di Kenyam.

     

    Melalui patroli jalan kaki yang dilaksanakan secara rutin, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dengan sinergi dan kepercayaan yang terus terbangun, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan penuh optimisme menuju Papua yang damai dan sejahtera.

  • Brimob Polda Metro Jaya Amankan Lima Pelaku Tawuran Bersenjata di Jakarta Timur

     

    Jakarta – Patroli dini hari yang digelar Sat Brimob Polda Metro Jaya kembali membuahkan hasil. Saat menyisir wilayah rawan bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur, personel mendapati aksi tawuran yang tengah berlangsung di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 03.45 WIB. Tanpa memberi kesempatan para pelaku melarikan diri, petugas bergerak cepat membubarkan tawuran dan mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

     

    Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit, satu bilah samurai, satu corbek, satu gayung yang diduga digunakan untuk membawa cairan berbahaya, serta tiga unit sepeda motor. Seluruh pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kecepatan respons aparat membuat situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.

     

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli rutin pada jam-jam rawan akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi kriminalitas maupun tawuran yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, kehadiran personel Brimob di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menciptakan rasa aman di setiap wilayah.

     

    “Kami akan terus meningkatkan patroli preventif dan menindak tegas setiap aksi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Sinergi dengan seluruh fungsi kepolisian terus diperkuat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sebelum menimbulkan korban,” ujarnya.

     

    Brimob Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi tawuran, kepemilikan senjata tajam, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas kepolisian terdekat. Respons cepat masyarakat dan aparat menjadi kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Jakarta.

  • Patroli Perintis Presisi Amankan Tiga Pemuda Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan di Jakarta Timur

    Jakarta – Tim Patroli Jaga Jakarta Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat aksi kejahatan jalanan di wilayah Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026) dini hari.

     

    Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan patroli dilakukan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, tawuran, balap liar, dan gangguan keamanan lainnya pada malam hingga dini hari.

     

    “Patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Personel kami tempatkan di titik-titik rawan untuk mencegah dan merespons cepat potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Wahyu, Minggu (2/8/2026).

     

    Dalam kegiatan tersebut, tim yang dipimpin Ipda M.P. Ambarita lebih dulu melaksanakan patroli show of force di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, patroli antisipasi 3C di Jalan TB Simatupang, serta strong point di Jalan Jati Utama Raya, Bekasi. Seluruh rangkaian patroli berjalan aman dan tertib.

     

    Sekitar pukul 05.59 WIB, tim melanjutkan patroli di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, petugas mendapati tiga pemuda berboncengan menggunakan sepeda motor, kemudian dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebilah celurit kecil yang dibawa salah satu pemuda.

     

    Setelah dilakukan pendalaman awal, ketiganya diduga berkaitan dengan aksi penjambretan handphone di sekitar SPBU dekat kawasan Pulo Gebang serta dugaan pencurian dengan kekerasan terhadap kendaraan bermotor di Jalan Rawa Kuning, Cakung, Jakarta Timur. Ketiganya masing-masing berinisial AF, MMA, dan TMM.

     

    Petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit kecil, empat unit handphone, serta satu unit sepeda motor. Ketiga pemuda berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

     

    Kombes Wahyu mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kejahatan jalanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi Layanan Kepolisian 110 apabila melihat atau mengalami tindak kejahatan.

  • Kodam Jaya, Polda Metro Jaya dan Pemprop DKI Apresiasi Dukungan Masyarakat, Seluruh Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar

     

     

    Jakarta – Seluruh rangkaian kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Sabtu (1/8/2026) berjalan aman, tertib, dan lancar.

     

    Kegiatan tersebut antara lain Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), pertandingan persahabatan pramusim Aston Villa melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), serta sejumlah agenda lain di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

     

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan meningkatnya aktivitas masyarakat turut berdampak pada bertambahnya volume kendaraan di sejumlah ruas jalan, khususnya di sekitar Monas dan GBK. Kondisi tersebut dapat dikelola melalui pengaturan petugas serta penyesuaian perjalanan oleh pengguna jalan.

     

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya dalam mengikuti arahan petugas. Dukungan tersebut sangat membantu menjaga kelancaran mobilitas selama kegiatan berlangsung,” ujar Budi.

     

    “Keberhasilan pengamanan hari ini merupakan hasil sinergi antara Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penyelenggara, serta dukungan seluruh masyarakat,” tutup Budi.

  • Kapolri Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

     

     

    Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi menutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Penutupan turnamen tersebut menjadi akhir dari rangkaian kejuaraan yang berlangsung sejak 27 Juli 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

     

    Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, mulai dari klub bulu tangkis, atlet, perwakilan Polda, Polres, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat umum yang telah berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan Kapolri Cup 2026.

     

    Kapolri juga menyampaikan terima kasih kepada PP PBSI atas dukungannya sehingga Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 masuk dalam kalender turnamen nasional yang memberikan poin bagi para atlet untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

     

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh klub, seluruh pemain, rekan-rekan perwakilan dari Polda-Polda, Polres, klub-klub dari masyarakat umum, serta kementerian dan lembaga yang telah berkenan ikut memeriahkan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026. Terima kasih juga kepada Ketua Umum PBSI, karena Kapolri Cup menjadi salah satu event nasional yang diperhitungkan untuk menambah poin bagi para atlet yang akan berlaga di kelas yang lebih tinggi, kelas internasional,” kata Kapolri.

     

    Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 diikuti sebanyak 1.219 peserta yang terdiri dari 591 atlet kategori umum, 558 peserta kategori Polri yang mewakili Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta 70 atlet para bulu tangkis. Turnamen digelar di tiga venue, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu, hasil kolaborasi Polri dengan PP PBSI dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Ajang ini juga menjadi bagian dari kalender nasional PBSI sehingga hasil pertandingan berkontribusi terhadap perolehan poin peringkat atlet nasional.

     

    Menutup sambutannya, Kapolri secara resmi mengakhiri penyelenggaraan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026.

     

    “Dengan memohon ridha Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 17.36 WIB, Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Kapolri.

     

    Melalui penyelenggaraan Kapolri Cup 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan olahraga nasional, memperluas ruang kompetisi bagi atlet muda dan atlet disabilitas, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, insan olahraga, serta masyarakat melalui semangat sportivitas dan prestasi.