Blog

  • POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN SINDIKAT PENGEDAR TEMBAKAU SINTETIS SEBERAT 995 GRAM DISEBUAH DIPEMUKIMAN PADAT YANG DIEDARKAN MELALUI MEDIA SOSIAL

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis. Dalam operasi yang dilakukan, Polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tembakau sintetis dan menyita barang bukti dengan total berat bruto sekitar 995 gram.

     

    Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan pemukiman padat di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pengamatan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang pria berinisial R. (27) di lokasi.

     

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket tembakau sintetis yang disimpan di dalam tas selempang dan kantong plastik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku barang tersebut dititipkan oleh W. (28) untuk didistribusikan kepada para pemesan.

     

    Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah kepada dua pelaku lainnya, yakni R. (26) dan M. (21). Keempat pelaku diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengendali distribusi hingga pembagian wilayah pemasaran di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

     

    Selain mengamankan para pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi lain di wilayah Jakarta Timur. Dari lokasi-lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti pendukung berupa ratusan paket tembakau sintetis siap edar, bahan dan peralatan produksi, timbangan digital, plastik kemasan, lakban, jeriken berisi cairan yang diduga digunakan dalam proses pembuatan, serta beberapa unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam transaksi narkotika.

     

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jaringan tersebut menjalankan modus operandi dengan memasarkan tembakau sintetis menggunakan sistem mapping, yakni meletakkan barang pesanan di titik tertentu sesuai arahan yang diberikan kepada pembeli melalui media sosial.

     

    Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Indah Hartantiningrum, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, “ Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah membongkar jaringan sindikat peredaran gelap narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis. Melalui investigasi digital, aparat telah berhasil mengamankan Empat orang tersangka di empat lokasi yang berbeda yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Memanfaatkan rumah kontrakan di kawasan padat penduduk untuk menyamarkan aktivitas penjualan hasil produksi. Dari hasil penggeledahan telah diamankan barang bukti tembakau sintetis yang telah dikemas siap edar dengan berat bruto 995 Gram,  vegetasi herbal 850 Gram,  prekursor, timbangan digital, alat masak, masker produksi, perangkat komunikasi yang terdapat jejak digital pemesanan bahan baku kimia, serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana”.

     

    Selanjutnya tersangka dan barang bukti telah kami bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan pentidikan lebih lanjut.

  • Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).

     

    Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

     

    “Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.

     

    Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

     

    Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

     

    “Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.

     

    Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

     

    Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

     

    “Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.

     

    Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

     

    Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.

     

    Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

     

    “Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.

     

    Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.

     

    Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

     

    “Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • TIM PREVENTIVE STRIKE PMJ SEBAGAI BENTENG DEMOKRASI DAN PERWUJUDAN POLRI PRESISI

    *_(Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB)_*

     

    *Jakarta, 3 Agustus 2026 –* Pembentukan Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya merupakan langkah strategis untuk menjaga demokrasi dari pembajakan, kekerasan, penyusup dan provokator, serta memastikan masyarakat tidak menjadi korban.

     

    Tim tersebut tidak boleh dipelintir sebagai alat untuk membungkam kritik atau menyerang kebebasan menyampaikan pendapat.

     

    Sasaran utama Preventive Strike bukan orasi, poster, tuntutan politik, maupun demonstrasi damai, tetapi tindakan konkret yang mengarah pada penyerangan, pembakaran, penjarahan, perusakan fasilitas publik, penggunaan senjata berbahaya, dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat.

     

    Demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga keamanan agar kebebasan tersebut dapat dijalankan tanpa rasa takut, tanpa intimidasi, dan tanpa ancaman dari kelompok yang sengaja menjadikan kerumunan sebagai kamuflase tindak pidana.

     

    Karena itu, Tim Preventive Strike harus dilihat sebagai benteng yang berdiri di antara demonstran damai dan kelompok perusuh.

     

    Ketika polisi mampu memisahkan keduanya secara cepat dan akurat, aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan, sementara pelaku kekerasan kehilangan ruang untuk bersembunyi di balik massa.

     

    Polri tidak boleh dipaksa menunggu batu pertama dilemparkan, kendaraan pertama dibakar, toko pertama dijarah, atau korban pertama berjatuhan sebelum diperbolehkan bertindak. Negara yang bertanggung jawab tidak menunggu tragedi untuk memperoleh alasan melindungi rakyat.

     

    Jika indikator ancaman telah terdeteksi secara objektif, Polda Metro Jaya mempunyai kewajiban untuk melakukan mitigasi, patroli, pengamanan objek vital, komunikasi dengan koordinator aksi, pengaturan lalu lintas, pemetaan kelompok berisiko, serta penindakan hukum secara terukur terhadap individu yang terbukti merencanakan atau melakukan kekerasan.

     

    Membiarkan ancaman berkembang hanya karena khawatir dituduh represif merupakan bentuk kelalaian. Ketika kerusuhan benar-benar terjadi, pihak yang paling cepat menanggung kerugian bukan elite politik, tetapi rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian.

     

    Pedagang kehilangan pembeli. Pengemudi kehilangan penumpang. Karyawan tidak dapat bekerja. Pelajar terhambat pulang. Ambulans terjebak. Transportasi publik terganggu. Fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat dapat rusak hanya dalam hitungan menit.

     

    Melindungi pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, jalan utama, kawasan perkantoran, objek vital, dan fasilitas publik bukan bentuk keberpihakan kepada pemilik modal.

     

    Di dalam ruang-ruang tersebut terdapat jutaan warga biasa yang mempunyai hak untuk bekerja, bergerak, memperoleh pelayanan, dan pulang dengan selamat.

     

    Tim Preventive Strike juga menjadi jawaban atas standar ganda yang selama ini diarahkan kepada Polri.

     

    Ketika polisi bersiap sebelum terjadi kerusuhan, polisi dituduh berlebihan. Ketika kerusuhan pecah, polisi dituduh gagal mengantisipasi. Ketika personel dikerahkan, polisi dianggap mengintimidasi. Ketika pengamanan lemah dan fasilitas dibakar, polisi kembali dipersalahkan.

     

    Standar ganda semacam itu harus dihentikan. Polri tidak dapat terus ditempatkan dalam posisi di mana setiap tindakan dianggap salah, sementara kelompok yang menyiapkan kekerasan terbebas dari sorotan dan tanggung jawab.

     

    Ukuran tertinggi keberhasilan polisi adalah tragedi yang berhasil dicegah, korban yang tidak pernah jatuh, fasilitas yang tidak pernah terbakar, dan masyarakat yang tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

     

    Tidak terjadinya kerusuhan bukan bukti bahwa kesiapsiagaan polisi berlebihan, melainkan menjadi bukti bahwa deteksi dini, patroli, komunikasi, pengamanan, dan pencegahan bekerja sebagaimana mestinya.

     

    Preventive Strike juga mencerminkan pendekatan Polri Presisi yang prediktif. Polisi tidak hanya bereaksi terhadap kejahatan yang telah selesai dilakukan, tetapi membaca pola, mendeteksi potensi ancaman, mengendalikan eskalasi, dan memutus rangkaian kekerasan sebelum menghasilkan kerugian yang lebih besar.

     

    Pendekatan prediktif tersebut harus dijalankan dengan disiplin hukum. Kritik tidak boleh dikategorikan sebagai ancaman. Ajakan demonstrasi damai tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana. Penindakan harus didasarkan pada perbuatan konkret, bukti yang sah, dan indikator kekerasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

     

    Polda Metro Jaya juga perlu memastikan bahwa setiap operasi Preventive Strike berada dalam satu komando yang jelas, dilengkapi dokumentasi, pengawasan internal, penggunaan kamera lapangan, pencatatan penggunaan kekuatan, serta evaluasi pascaoperasi.

     

    Langkah tersebut penting untuk melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat dari kemungkinan penyalahgunaan kewenangan dan anggota kepolisian dari tuduhan yang tidak sesuai fakta.

     

    Ketegasan dan akuntabilitas bukan dua prinsip yang saling meniadakan. Ketegasan diperlukan agar negara tidak kalah oleh perusuh. Akuntabilitas diperlukan agar kekuatan negara tetap berada dalam batas hukum.

     

    Massa damai harus diberi ruang, dilindungi, dan difasilitasi. Koordinator aksi harus diajak berkomunikasi. Jalur darurat harus dijaga. Jurnalis, tenaga medis, pendamping hukum, dan masyarakat sekitar harus memperoleh perlindungan.

     

    Namun terhadap pelaku yang membawa bom molotov, senjata tajam, alat perusak, atau secara nyata menyerang masyarakat dan petugas, negara tidak boleh ragu.

     

    Kebebasan menyampaikan pendapat tidak pernah mencakup kebebasan membakar, menjarah, menyerang, dan menghancurkan.

     

    Mereka yang menolak pembentukan Tim Preventive Strike harus menjelaskan alternatif yang mereka tawarkan. Apakah polisi harus menunggu Jakarta terbakar terlebih dahulu? Apakah rakyat harus menjadi korban sebelum pencegahan dianggap sah? Apakah pelaku kekerasan harus diberi waktu untuk menyelesaikan aksinya agar polisi tidak dituduh represif?

     

    Demokrasi tidak akan terlindungi dengan membiarkan perusuh menguasai jalan. Demokrasi akan terlindungi ketika demonstran damai dapat menyampaikan aspirasi tanpa dibajak oleh kelompok yang mengejar kekacauan.

     

    Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya karena itu harus ditempatkan sebagai benteng demokrasi: melindungi kritik, menjaga keselamatan rakyat, memisahkan massa damai dari pelaku kekerasan, dan memastikan kebebasan tidak berubah menjadi kedok kriminalitas.

     

    Demonstrasi harus dilindungi. Kritik harus dijamin. Kekerasan harus dipatahkan.

     

    Tim Preventive Strike adalah pesan tegas bahwa demokrasi akan dijaga, rakyat akan dilindungi, dan tidak seorang pun boleh menggunakan kebebasan sebagai lisensi untuk menciptakan kehancuran.

     

  • Polisi Turun Pagi Atur Lalin Medansatria Agar Warga Lancar Berangkat Kerja

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Medansatria Aiptu Madaris melaksanakan gatur lalin pada Senin (3/8/2026) pukul 06.00 WIB di Pertigaan Jl Wahab Affan / Alexindo Pondok Ungu RT 02/01 Kel Medansatria Kota Bekasi.

     

    Kapolsek Medan Satria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya STK SIK MH menyampaikan kegiatan ini untuk mengurai kemacetan pagi. Bhabin juga mensosialisasikan pembatasan jam keluar masuk kendaraan berdimensi besar di sepanjang Jl Sultan Agung.

     

    Bhabin membantu menyeberangkan pelajar dan karyawan yang berangkat kerja. Kehadiran polisi di pagi hari diharapkan mengurangi kecelakaan dan kemacetan di titik rawan pertigaan Pondok Ungu.

     

    Bhabin mengimbau pengendara tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu. Kendaraan besar diminta tidak melintas di jam sibuk agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman.

     

    Situasi lalu lintas meriah dan aman kondusif. Polsek Medan Satria akan terus rutin gatur pagi untuk kenyamanan warga Medansatria.

  • Kapolsek Bekasi Barat Jadi Pembina Upacara SMPN 14 Pesan Jauhi Tawuran

    KOTA BEKASI  – Kapolsek Bekasi Barat AKP Wahyudi menjadi Pembina Upacara Bendera pada Senin (3/8/2026) pukul 07.00 WIB di SMPN 14 Kota Bekasi Jl Bintara 08 RW 03 Kel Bintara Kec Bekasi Barat.

     

    Dalam amanat Kapolsek berpesan agar siswa belajar semangat, hormat kepada guru dan saling menghargai. Kapolsek juga mengingatkan untuk mentaati peraturan sekolah dan menjauhi tawuran serta narkoba yang merusak masa depan.

     

    Bhabinkamtibmas Kel Bintara Aipda Tedy Rivaldi mendampingi kegiatan. Kapolsek juga melepas kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab Kota Bekasi dari SMPN 14 dan memberikan reward kepada siswa berprestasi Gian Revina kelas 9.5.

     

    Kapolsek mengajak sekolah bersinergi dengan Polri dalam pembinaan karakter siswa. Sekolah harus jadi zona aman dari perundungan, tawuran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

     

    Kegiatan berjalan aman dan khidmat. Para siswa antusias. Polsek Bekasi Barat siap terus hadir di sekolah untuk pembinaan.

  • Wakapolsek Medansatria Pimpin Upacara SMAN 10 Imbau Anti Bullying

    KOTA BEKASI –  Waka Polsek Medan Satria AKP Kabul Priyono S Kom menjadi Inspektur Upacara pada Senin (3/8/2026) pukul 06.30 WIB di SMAN 10 Kota Bekasi Perum Harapan Indah RW 019 Kel Pejuang Kec Medan Satria.

     

    Dalam amanat disampaikan pesan kamtibmas tentang bahaya bullying. Waka Polsek mengingatkan siswa agar tidak melakukan perundungan karena ada sanksi hukum. Jaga kekompakan dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

     

    Selain itu disampaikan juga tentang ketertiban lalu lintas, bahaya narkoba, dan hukuman bagi pengguna, penjual serta pelaku tawuran yang kedapatan membawa sajam. Siswa diminta fokus belajar dan berprestasi.

     

    Bhabin Kel Pejuang Aiptu Slamet SA dan Bripka Dwi Feriyanto SH turut hadir. Pihak sekolah menyambut baik pembinaan dari Polri untuk membentuk generasi yang disiplin.

     

    Upacara berjalan lancar dan aman. Polsek Medan Satria siap terus mengisi kegiatan di sekolah untuk pembinaan kamtibmas.

  • Kanit Reskrim Medansatria Ajak Siswa SMA Patriot Sayangi Diri Jauhi Narkoba

    KOTA BEKASI –  Kanit Reskrim Polsek Medan Satria AKP Isak Erixon SH MH menjadi Irup pada Senin (3/8/2026) pukul 06.30 WIB di SMA Yayasan Patriot RW 003 Kel Kalibaru Kec Medan Satria Kota Bekasi.

     

    Dalam amanat Kanit Reskrim mengingatkan bahaya narkoba. Jangan coba-coba karena hukumannya berat. Siswa juga diimbau untuk tidak terlibat tawuran dan membawa senjata tajam yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

     

    Bhabin Kel Kalibaru Aiptu Samsuri juga menyampaikan tentang anti bullying dan tertib berlalu lintas. Gunakan helm dan lengkapi surat kendaraan saat berkendara ke sekolah demi keselamatan.

     

    Kanit mengajak siswa menjadi pelopor perdamaian di sekolah. Jika ada masalah selesaikan dengan musyawarah, jangan dengan kekerasan. Laporkan ke guru atau Bhabin jika ada gangguan.

     

    Upacara berjalan tertib. Situasi aman. Polsek Medan Satria berkomitmen terus membina generasi muda agar terhindar dari kenakalan.

  • Polri Go To School, Bhabin Harapan Mulya Ngobrol Bareng Siswa SMP Cegah Kenakalan Remaja

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Harapan Mulya Aipda Yophi Prima SH melaksanakan penyuluhan pada Senin (3/8/2026) pukul 08.00 WIB di SMP Pangeran Jayakarta Jl Pangeran Jayakarta Yayasan Al Choir RT 01/06 Kel Harapan Mulya.

     

    Kegiatan diikuti 33 siswa kelas 7. Bhabin menyampaikan materi tentang kenakalan remaja. Bhabin mengajak siswa menghindari tawuran, narkoba, balap liar dan pergaulan bebas yang merusak masa depan.

     

    Bhabin berpesan agar siswa bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi konten negatif. Gunakan HP untuk belajar dan hal positif agar orang tua bangga.

     

    Bhabin membuka ruang diskusi. Siswa antusias bertanya tentang hukum dan bahaya narkoba. Bhabin juga memberikan nomor kontak jika ada permasalahan di sekolah.

     

    Kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Polsek Medan Satria siap terus melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah di wilayah Harapan Mulya.

  • Sambang Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Bintara Jaya Ngopi Bareng Ojol Imbau Jaga Keamanan Lingkungan

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Bintara Jaya Bripka Iwan Paroni melaksanakan sambang pada Senin (3/8/2026) pukul 10.30 WIB di Lingkungan RT 01/012 Kel Bintara Jaya Kec Bekasi Barat bersama komunitas ojek online.

     

    Dalam kesempatan Bhabin ngobrol santai dan memberikan himbauan kamtibmas. Bhabin mengajak rekan ojol menjaga kerukunan dan kekompakan. Ojol diminta berperan aktif memberi info jika melihat guantibmas di lapangan.

     

    Bhabin sosialisasikan layanan 110 bebas pulsa dan WA SPKT Polsek Bekasi Barat 082130810355. Dengan cepat lapor, polisi bisa segera datang membantu jika ada kejadian di jalan.

     

    Bhabin juga mengingatkan ojol tertib berlalu lintas dan tidak mangkal sembarangan. Jaga keselamatan diri dan penumpang. Jadikan ojol sebagai mitra Polri menjaga keamanan.

     

    Kegiatan berjalan aman. Para ojol mengapresiasi. Polsek Bekasi Barat siap bersinergi dengan komunitas ojol Bintara Jaya.

  • Bhabinkamtibmas Jaka Setia Pantau Lomba Spectasoed SMA Islam Soedirman Aman Dan Kondusif

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Jaka Setia Aiptu M Fathulloh melaksanakan monitoring pada Senin (3/8/2026) pukul 08.30 WIB di SMA Islam Soedirman Perum Taman Galaxy RT 07/14 Kel Jaka Setia Kec Bekasi Selatan.

     

    Sekolah mengadakan Spectasoed ke-10 dengan lomba LKBB, Futsal dan Basket. Diikuti 22 SMA dan 14 SMP se-Jabodetabek. Kegiatan berlangsung pukul 07.00 s/d 17.00 WIB.

     

    Bhabin melakukan pemantauan agar kegiatan berjalan aman dan tertib. Bhabin berkoordinasi dengan panitia dan security untuk pengaturan parkir dan lalu lintas di sekitar sekolah.

     

    Bhabin mengimbau peserta menjaga sportivitas dan tidak melakukan keributan antar sekolah. Keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama panitia dan peserta.

     

    Kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Polsek Bekasi Selatan siap mendukung kegiatan positif pelajar di wilayah Jaka Setia.