Blog

  • PENGATURAN ARUS LALU LINTAS OLEH UNIT SAMAPTA POLSEK JATIASIH

    JATIASIH – Polsek Jatiasih melalui Unit Samapta melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu lintas di wilayah hukum Polsek Jatiasih. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panit 1 Unit Samapta AIPTU Aris Winarna didampingi AIPDA Junaedi bertempat di pertigaan Jl. Raya Dr. Ratna, Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih, pada Senin (3/8).

     

    Pengaturan arus lalu lintas ini dilakukan dari jam 05.30 sampai dengan 08.00 Wib, sebagai upaya menciptakan kelancaran, keamanan, dan ketertiban berlalu lintas, khususnya pada jam-jam rawan kepadatan kendaraan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya kemacetan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

     

    Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Jatiasih tampak sigap mengatur arus kendaraan dari berbagai arah serta memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

     

    Kegiatan pengaturan lalu lintas ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan prima, serta menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Jatiasih.

  • Sinergitas TNI – Polri Cimuning Patroli Tengah Malam Imbau Cegah Tawuran Curanmor

    KOTA BEKASI – Bhabinkamtibmas Kel Cimuning Aiptu Khafid Anwar bersama Babinsa Koptu Ermansyah melaksanakan patroli pada Selasa (3/8/2026) pukul 23.10 WIB di Bundaran Bekasi Timur Regency Jl Bawang RT 012 RW 020 Kel Cimuning.

     

    Sinergitas TNI-Polri melakukan sambang dialogis dengan warga. Bhabin menyampaikan pesan kamtibmas agar waspada curas, curat, curanmor dan tawuran yang marak akhir-akhir ini.

     

    Bhabin mengajak warga meningkatkan siskamling. Jika melihat hal mencurigakan segera lapor Bhabin, Babinsa atau Polsek Bantargebang dan Call Center 110.

     

    Patroli juga menyasar tempat sepi dan pertokoan. Kehadiran TNI-Polri di malam hari diharapkan memberi rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas.

     

    Kegiatan berjalan aman. Polsek Bantargebang siap terus patroli bersama TNI.

  • Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Hingga Senin (3/8) malam, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih terus bekerja di lapangan mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Kota Padang. Sejak pukul 15.00 WIB, Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penyelamatan masyarakat, sementara proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara paralel dengan operasi evakuasi.

     

    Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Sebanyak lima tim SAR Brimob diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak, yaitu Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.

     

    Personel yang dikerahkan terdiri atas:

     

    * Tim 1 sebanyak 10 personel dipimpin Aipda Masrizal, bertugas di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.

    * Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan, bertugas di Air Pacah.

    * Tim 3 sebanyak 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., bertugas di Tunggul Hitam.

    * Tim 4 (Den Gegana) sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra, bertugas di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.

    * Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi, bertugas di Air Pacah.

     

    Dalam operasi ini, Brimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan lainnya untuk mempercepat proses evakuasi di wilayah yang masih tergenang banjir.

     

    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan yang dilakukan Polri.

     

    “Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

     

    Ia menjelaskan bahwa proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara bersamaan dengan operasi penyelamatan agar bantuan dapat segera diberikan secara tepat sasaran.

     

    “Kami sedang mendata jumlah korban serta warga yang mengungsi. Namun, upaya yang paling penting saat ini adalah segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang aman. Pendataan pengungsi dilakukan secara paralel dengan proses penyelamatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” jelasnya.

     

    Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, penanganan bencana dilakukan melalui sinergi seluruh unsur agar proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.

     

    “Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait dan masyarakat agar proses evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal hingga situasi kembali aman,” tegasnya.

     

    Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan. Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih melaksanakan evakuasi dan bersiaga di lokasi-lokasi terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam situasi darurat.

  • Empati dan Peduli Kapolsek Bekasi Barat Menjenguk Anggota yang Sakit Di Harapan Jaya Bekasi Utara

    Kota Bekasi, – Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap anggota, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, S.H., M.H., bersama Wakapolsek, dan Kasi Humas, menjenguk salah satu anggotanya yang sedang sakit, di rumahnya, Perum Jati Unggul RT. 09 RW.014 Harapan Jaya Bekasi Utara, Senin (3/8/2026).

     

    Anggota yang dijenguk adalah BRIPKA Herlambang Hadi Saputra, anggota SPKT, yang saat ini tengah menjalani Rawat Jalan Sakit,  Kehadiran Kapolsek beserta jajaran tersebut menjadi wujud perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang mengalami musibah sakit.

     

    Dalam kesempatan itu, AKP Dr. H. Wahyudi menyampaikan doa agar BRIPKA Herlambang,   diberikan kesembuhan dan dapat kembali bertugas seperti sediakala. Selain memberikan motivasi dan semangat, Kapolsek juga menyerahkan donasi tali asih sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polsek Bekasi Barat.

     

    Kegiatan ini mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan serta kepedulian pimpinan terhadap anggotanya, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Polsek Bekasi Barat.

  • Polri Pastikan Situasi Keamanan Pusat-Pusat Ekonomi Nasional Tetap Kondusif

     

    Jakarta – Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut disampaikan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penguatan sistem pengamanan di sejumlah kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan objek vital nasional di Jakarta maupun daerah lainnya.

     

    Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Polri terus mengedepankan langkah-langkah preventif guna memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian nasional berjalan dengan baik.

     

    “Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (3/8/2026).

     

    Langkah antisipatif tersebut dilakukan secara berlapis dengan melibatkan seluruh satuan kewilayahan, mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek. Pengamanan difokuskan pada kawasan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

     

    Selain itu, Polri juga terus melakukan pemantauan secara real time melalui berbagai sistem yang dimiliki, termasuk Daily Operational Reporting System (DORS) yang menjadi sarana pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia.

     

    Berdasarkan data DORS, situasi keamanan secara umum berada dalam kondisi terkendali dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional maupun aktivitas perekonomian masyarakat.

     

    “Data yang kami peroleh melalui DORS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” kata Johnny.

     

    Menurutnya, peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan maupun pengelola kawasan usaha merupakan langkah antisipatif yang lazim dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja, perlindungan aset, dan kelancaran operasional perusahaan.

     

    Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

     

    “Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga,” ujarnya.

     

    Polri menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat. Dengan kesiapan personel, dukungan teknologi, serta koordinasi yang terus diperkuat dengan berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

     

    “Masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Polri akan terus bekerja untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tutup Johnny.

  • RESPONS CEPAT SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 EVAKUASI KORBAN PENEMBAKAN PEKERJA JALAN DI TOLIKARA, PENYELIDIKAN INTENSIF DILAKUKAN

    Tolikara, Papua Pegunungan – Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Tolikara dan Polsek Illu bergerak cepat melakukan evakuasi korban sekaligus penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa penembakan terhadap pekerja proyek jalan di sekitar kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026).

     

    Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai, Senin (3/8) mengatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara, peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

     

    “Berdasarkan pendataan sementara, lima orang dinyatakan meninggal dunia yang diakibatkan luka tembak dan luka penganiayaan berat, dan lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Empat korban meninggal dunia masing-masing berinisial A.S., E.A., dan B., yang telah berhasil di evakuasi ke rsud mulia dan A.C.R. yang telah berhasil di evakuasi ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara. Sementara satu korban meninggal dunia lainnya merupakan masyarakat asli papua yang hingga saat ini masih dalam proses identifikasi,” jelas Kasatgas Humas.

     

    Selain itu, kelima korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat masing-masing berinisial W.R., S.S., H.M., S.U., dan J.J.M. para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

     

    Kasatgas Humas menambahkan, Informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan menyebutkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak. Namun demikian, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil penyelidikan di lapangan.

     

    “Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. identitas dan pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung oleh hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai,” ucap Kasatgas,

     

    Merespons kejadian tersebut, personel Polsek Illu yang dipimpin Kapolsek Illu IPTU Rajab Ilyas, S.H., bersama personel Polres Tolikara dan Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal terhadap para korban.

     

    Proses evakuasi dilakukan secara bertahap hingga Senin, 3 Agustus 2026 dini hari dengan tetap mengutamakan keselamatan korban dan personel. Dalam proses evakuasi, personel sempat menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi. namun proses evakuasi tetap dilaksanakan secara terukur dengan keselamatan sebagai prioritas.

     

    “Saat ini penyidik terus mengumpulkan dan memeriksa barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta mendalami berbagai informasi untuk mengidentifikasi pelaku, mengungkap motif, modus, dan memastikan pihak yang bertanggung jawab, Terkait pasal yang akan disangkakan, hal tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan, alat bukti, dan konstruksi hukum perkara. kami tidak akan mendahului proses penyidikan yang masih berjalan,” terang Kasatgas.

     

    Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, peristiwa terjadi ketika para pekerja berada di kawasan proyek jalan di Distrik Kanggime. Penyidik saat ini terus mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta mendalami berbagai informasi yang relevan untuk mengidentifikasi pelaku, mengungkap motif penyerangan, dan memastikan dugaan keterlibatan kelompok tertentu.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta menegaskan bahwa petugas akan melakukan pengusutan secara menyeluruh berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

     

    “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Saat ini petugas kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan terus bekerja secara maksimal untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa ini. Seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2026.

     

    Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap penanganan kejadian di wilayah operasi.

     

    “Selain melakukan penyelidikan, kami juga memprioritaskan proses evakuasi dan penanganan terhadap seluruh korban. Kami memastikan setiap perkembangan perkara akan ditangani secara akuntabel dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat,” tambahnya.

     

    Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa setiap pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti terbukti bertanggung jawab atas peristiwa tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, terukur, dan tetap menjunjung prinsip akuntabilitas serta penghormatan terhadap hak setiap pihak.

     

    Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat maupun pekerja yang sedang menjalankan aktivitasnya membawa dampak serius, tidak hanya terhadap korban dan keluarganya, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat serta keberlangsungan aktivitas sosial di wilayah tersebut.

     

    Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polda Papua dan Polres Tolikara akan terus melakukan langkah penyelidikan dan penegakan hukum untuk mengungkap perkara tersebut secara tuntas.

     

    Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun dugaan mengenai identitas pelaku yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesimpangsiuran informasi serta mengganggu proses penyelidikan. Masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi relevan terkait peristiwa tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

     

    Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan penanganan perkara akan terus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat, perlindungan korban, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di Papua Pegunungan sebagai prioritas utama.

  • POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN SINDIKAT PENGEDAR TEMBAKAU SINTETIS SEBERAT 995 GRAM DISEBUAH DIPEMUKIMAN PADAT YANG DIEDARKAN MELALUI MEDIA SOSIAL

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis. Dalam operasi yang dilakukan, Polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tembakau sintetis dan menyita barang bukti dengan total berat bruto sekitar 995 gram.

     

    Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan pemukiman padat di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pengamatan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang pria berinisial R. (27) di lokasi.

     

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket tembakau sintetis yang disimpan di dalam tas selempang dan kantong plastik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku barang tersebut dititipkan oleh W. (28) untuk didistribusikan kepada para pemesan.

     

    Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah kepada dua pelaku lainnya, yakni R. (26) dan M. (21). Keempat pelaku diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengendali distribusi hingga pembagian wilayah pemasaran di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

     

    Selain mengamankan para pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi lain di wilayah Jakarta Timur. Dari lokasi-lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti pendukung berupa ratusan paket tembakau sintetis siap edar, bahan dan peralatan produksi, timbangan digital, plastik kemasan, lakban, jeriken berisi cairan yang diduga digunakan dalam proses pembuatan, serta beberapa unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam transaksi narkotika.

     

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jaringan tersebut menjalankan modus operandi dengan memasarkan tembakau sintetis menggunakan sistem mapping, yakni meletakkan barang pesanan di titik tertentu sesuai arahan yang diberikan kepada pembeli melalui media sosial.

     

    Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Indah Hartantiningrum, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, “ Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah membongkar jaringan sindikat peredaran gelap narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis. Melalui investigasi digital, aparat telah berhasil mengamankan Empat orang tersangka di empat lokasi yang berbeda yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Memanfaatkan rumah kontrakan di kawasan padat penduduk untuk menyamarkan aktivitas penjualan hasil produksi. Dari hasil penggeledahan telah diamankan barang bukti tembakau sintetis yang telah dikemas siap edar dengan berat bruto 995 Gram,  vegetasi herbal 850 Gram,  prekursor, timbangan digital, alat masak, masker produksi, perangkat komunikasi yang terdapat jejak digital pemesanan bahan baku kimia, serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana”.

     

    Selanjutnya tersangka dan barang bukti telah kami bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan pentidikan lebih lanjut.

  • POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN SINDIKAT PENGEDAR TEMBAKAU SINTETIS SEBERAT 995 GRAM DISEBUAH DIPEMUKIMAN PADAT YANG DIEDARKAN MELALUI MEDIA SOSIAL

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis. Dalam operasi yang dilakukan, Polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tembakau sintetis dan menyita barang bukti dengan total berat bruto sekitar 995 gram.

     

    Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan pemukiman padat di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pengamatan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang pria berinisial R. (27) di lokasi.

     

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket tembakau sintetis yang disimpan di dalam tas selempang dan kantong plastik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku barang tersebut dititipkan oleh W. (28) untuk didistribusikan kepada para pemesan.

     

    Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah kepada dua pelaku lainnya, yakni R. (26) dan M. (21). Keempat pelaku diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengendali distribusi hingga pembagian wilayah pemasaran di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

     

    Selain mengamankan para pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi lain di wilayah Jakarta Timur. Dari lokasi-lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti pendukung berupa ratusan paket tembakau sintetis siap edar, bahan dan peralatan produksi, timbangan digital, plastik kemasan, lakban, jeriken berisi cairan yang diduga digunakan dalam proses pembuatan, serta beberapa unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam transaksi narkotika.

     

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jaringan tersebut menjalankan modus operandi dengan memasarkan tembakau sintetis menggunakan sistem mapping, yakni meletakkan barang pesanan di titik tertentu sesuai arahan yang diberikan kepada pembeli melalui media sosial.

     

    Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Indah Hartantiningrum, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, “ Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah membongkar jaringan sindikat peredaran gelap narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis. Melalui investigasi digital, aparat telah berhasil mengamankan Empat orang tersangka di empat lokasi yang berbeda yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Memanfaatkan rumah kontrakan di kawasan padat penduduk untuk menyamarkan aktivitas penjualan hasil produksi. Dari hasil penggeledahan telah diamankan barang bukti tembakau sintetis yang telah dikemas siap edar dengan berat bruto 995 Gram,  vegetasi herbal 850 Gram,  prekursor, timbangan digital, alat masak, masker produksi, perangkat komunikasi yang terdapat jejak digital pemesanan bahan baku kimia, serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana”.

     

    Selanjutnya tersangka dan barang bukti telah kami bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan pentidikan lebih lanjut.

  • Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).

     

    Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

     

    “Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.

     

    Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

     

    Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

     

    “Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.

     

    Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

     

    Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

     

    “Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.

     

    Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

     

    Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.

     

    Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

     

    “Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.

     

    Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.

     

    Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

     

    “Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • TIM PREVENTIVE STRIKE PMJ SEBAGAI BENTENG DEMOKRASI DAN PERWUJUDAN POLRI PRESISI

    *_(Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB)_*

     

    *Jakarta, 3 Agustus 2026 –* Pembentukan Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya merupakan langkah strategis untuk menjaga demokrasi dari pembajakan, kekerasan, penyusup dan provokator, serta memastikan masyarakat tidak menjadi korban.

     

    Tim tersebut tidak boleh dipelintir sebagai alat untuk membungkam kritik atau menyerang kebebasan menyampaikan pendapat.

     

    Sasaran utama Preventive Strike bukan orasi, poster, tuntutan politik, maupun demonstrasi damai, tetapi tindakan konkret yang mengarah pada penyerangan, pembakaran, penjarahan, perusakan fasilitas publik, penggunaan senjata berbahaya, dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat.

     

    Demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga keamanan agar kebebasan tersebut dapat dijalankan tanpa rasa takut, tanpa intimidasi, dan tanpa ancaman dari kelompok yang sengaja menjadikan kerumunan sebagai kamuflase tindak pidana.

     

    Karena itu, Tim Preventive Strike harus dilihat sebagai benteng yang berdiri di antara demonstran damai dan kelompok perusuh.

     

    Ketika polisi mampu memisahkan keduanya secara cepat dan akurat, aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan, sementara pelaku kekerasan kehilangan ruang untuk bersembunyi di balik massa.

     

    Polri tidak boleh dipaksa menunggu batu pertama dilemparkan, kendaraan pertama dibakar, toko pertama dijarah, atau korban pertama berjatuhan sebelum diperbolehkan bertindak. Negara yang bertanggung jawab tidak menunggu tragedi untuk memperoleh alasan melindungi rakyat.

     

    Jika indikator ancaman telah terdeteksi secara objektif, Polda Metro Jaya mempunyai kewajiban untuk melakukan mitigasi, patroli, pengamanan objek vital, komunikasi dengan koordinator aksi, pengaturan lalu lintas, pemetaan kelompok berisiko, serta penindakan hukum secara terukur terhadap individu yang terbukti merencanakan atau melakukan kekerasan.

     

    Membiarkan ancaman berkembang hanya karena khawatir dituduh represif merupakan bentuk kelalaian. Ketika kerusuhan benar-benar terjadi, pihak yang paling cepat menanggung kerugian bukan elite politik, tetapi rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian.

     

    Pedagang kehilangan pembeli. Pengemudi kehilangan penumpang. Karyawan tidak dapat bekerja. Pelajar terhambat pulang. Ambulans terjebak. Transportasi publik terganggu. Fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat dapat rusak hanya dalam hitungan menit.

     

    Melindungi pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, jalan utama, kawasan perkantoran, objek vital, dan fasilitas publik bukan bentuk keberpihakan kepada pemilik modal.

     

    Di dalam ruang-ruang tersebut terdapat jutaan warga biasa yang mempunyai hak untuk bekerja, bergerak, memperoleh pelayanan, dan pulang dengan selamat.

     

    Tim Preventive Strike juga menjadi jawaban atas standar ganda yang selama ini diarahkan kepada Polri.

     

    Ketika polisi bersiap sebelum terjadi kerusuhan, polisi dituduh berlebihan. Ketika kerusuhan pecah, polisi dituduh gagal mengantisipasi. Ketika personel dikerahkan, polisi dianggap mengintimidasi. Ketika pengamanan lemah dan fasilitas dibakar, polisi kembali dipersalahkan.

     

    Standar ganda semacam itu harus dihentikan. Polri tidak dapat terus ditempatkan dalam posisi di mana setiap tindakan dianggap salah, sementara kelompok yang menyiapkan kekerasan terbebas dari sorotan dan tanggung jawab.

     

    Ukuran tertinggi keberhasilan polisi adalah tragedi yang berhasil dicegah, korban yang tidak pernah jatuh, fasilitas yang tidak pernah terbakar, dan masyarakat yang tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

     

    Tidak terjadinya kerusuhan bukan bukti bahwa kesiapsiagaan polisi berlebihan, melainkan menjadi bukti bahwa deteksi dini, patroli, komunikasi, pengamanan, dan pencegahan bekerja sebagaimana mestinya.

     

    Preventive Strike juga mencerminkan pendekatan Polri Presisi yang prediktif. Polisi tidak hanya bereaksi terhadap kejahatan yang telah selesai dilakukan, tetapi membaca pola, mendeteksi potensi ancaman, mengendalikan eskalasi, dan memutus rangkaian kekerasan sebelum menghasilkan kerugian yang lebih besar.

     

    Pendekatan prediktif tersebut harus dijalankan dengan disiplin hukum. Kritik tidak boleh dikategorikan sebagai ancaman. Ajakan demonstrasi damai tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana. Penindakan harus didasarkan pada perbuatan konkret, bukti yang sah, dan indikator kekerasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

     

    Polda Metro Jaya juga perlu memastikan bahwa setiap operasi Preventive Strike berada dalam satu komando yang jelas, dilengkapi dokumentasi, pengawasan internal, penggunaan kamera lapangan, pencatatan penggunaan kekuatan, serta evaluasi pascaoperasi.

     

    Langkah tersebut penting untuk melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat dari kemungkinan penyalahgunaan kewenangan dan anggota kepolisian dari tuduhan yang tidak sesuai fakta.

     

    Ketegasan dan akuntabilitas bukan dua prinsip yang saling meniadakan. Ketegasan diperlukan agar negara tidak kalah oleh perusuh. Akuntabilitas diperlukan agar kekuatan negara tetap berada dalam batas hukum.

     

    Massa damai harus diberi ruang, dilindungi, dan difasilitasi. Koordinator aksi harus diajak berkomunikasi. Jalur darurat harus dijaga. Jurnalis, tenaga medis, pendamping hukum, dan masyarakat sekitar harus memperoleh perlindungan.

     

    Namun terhadap pelaku yang membawa bom molotov, senjata tajam, alat perusak, atau secara nyata menyerang masyarakat dan petugas, negara tidak boleh ragu.

     

    Kebebasan menyampaikan pendapat tidak pernah mencakup kebebasan membakar, menjarah, menyerang, dan menghancurkan.

     

    Mereka yang menolak pembentukan Tim Preventive Strike harus menjelaskan alternatif yang mereka tawarkan. Apakah polisi harus menunggu Jakarta terbakar terlebih dahulu? Apakah rakyat harus menjadi korban sebelum pencegahan dianggap sah? Apakah pelaku kekerasan harus diberi waktu untuk menyelesaikan aksinya agar polisi tidak dituduh represif?

     

    Demokrasi tidak akan terlindungi dengan membiarkan perusuh menguasai jalan. Demokrasi akan terlindungi ketika demonstran damai dapat menyampaikan aspirasi tanpa dibajak oleh kelompok yang mengejar kekacauan.

     

    Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya karena itu harus ditempatkan sebagai benteng demokrasi: melindungi kritik, menjaga keselamatan rakyat, memisahkan massa damai dari pelaku kekerasan, dan memastikan kebebasan tidak berubah menjadi kedok kriminalitas.

     

    Demonstrasi harus dilindungi. Kritik harus dijamin. Kekerasan harus dipatahkan.

     

    Tim Preventive Strike adalah pesan tegas bahwa demokrasi akan dijaga, rakyat akan dilindungi, dan tidak seorang pun boleh menggunakan kebebasan sebagai lisensi untuk menciptakan kehancuran.