Kota Bekasi – Sinergitas tiga pilar di tingkat kelurahan terus dipertebal guna menciptakan suasana lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan “Kongko Kamtibmas” yang diinisiasi oleh unsur aparatur pemerintahan, TNI, dan Polri di Kecamatan Mustikajaya. Pertemuan dialogis yang berlangsung santai namun taktis ini digelar di kawasan Jalan Raya Bantargebang Setu RT 002/RW 001, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (23/6/2026) pukul 22.40 WIB.
Rembuk warga di malam hari ini dihadiri langsung oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Khafid Anwar, Sekretaris Kelurahan Cimuning Bapak Aos Karsanuddin, serta Babinsa Koptu Ermansyah. Kehadiran tiga pilar di tengah pemukiman bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memetakan kerawanan wilayah secara partisipatif. Langkah interaktif ini menjadi wadah efektif dalam membangun sistem deteksi dini terhadap segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, S.H., M.M., menyatakan bahwa peran aktif warga sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan swakarsa. Pada kesempatan tersebut, Aiptu Khafid Anwar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan dan mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan kunci ganda. “Kami juga mengajak orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak remaja agar tidak terjerumus dalam aksi kenakalan remaja atau tawuran,” tegas Kompol Sukadi.
Guna memaksimalkan pengamanan, tiga pilar mendorong pengurus RT dan RW untuk mengaktifkan kembali kegiatan siskamling secara terjadwal di lingkungannya masing-masing. Jika terjadi insiden darurat atau hal-hal menonjol, warga diminta segera melapor ke pos polisi terdekat atau memanfaatkan hotline bebas pulsa Call Center 110 Polri. Hingga berakhirnya dialog siskamling tersebut, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.
Leave a Reply