Category: Nasional

  • Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak, Jaga Keamanan Aktivitas Jual Beli Warga

     

    Puncak, Papua Tengah – Aktivitas jual beli di Pasar Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, berlangsung seperti biasa pada Sabtu (11/7/2026) ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli dialogis di kawasan pasar. Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, personel juga menyapa pedagang dan pembeli serta berdialog mengenai kondisi kamtibmas di sekitar pasar.

     

    Sejak pagi, personel berkeliling menyusuri lapak-lapak pedagang, berbincang dengan warga, dan mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan secara langsung. Patroli dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat tetap beraktivitas tanpa mengganggu jalannya transaksi di pasar.

     

    Salah seorang pedagang, Yohanes Wenda, mengatakan bahwa kehadiran personel di area pasar membuatnya merasa lebih tenang saat berjualan.

     

    “Kalau kondisi aman, pembeli juga datang ke pasar. Kami bisa berjualan dengan tenang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Polisi juga sering menyapa dan bertanya keadaan kami. Semoga situasi seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa menjaga keamanan di pusat-pusat aktivitas masyarakat merupakan bagian dari upaya menciptakan stabilitas yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan perekonomian warga.

     

    “Keamanan merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan personel di tengah masyarakat melalui patroli humanis agar warga merasa aman dalam beraktivitas, baik berjualan, berbelanja, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kaops.

     

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi.

     

    “Komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan. Karena itu, kami terus mengedepankan pendekatan dialogis agar setiap informasi maupun potensi gangguan dapat diketahui lebih dini,” kata Wakaops.

     

    Patroli di Pasar Sinak menjadi salah satu upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 untuk menjaga keamanan di ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dengan situasi yang tetap kondusif, warga diharapkan dapat menjalankan kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

  • Respons Cepat Laporan Warga, Polisi Amankan Dua Pemuda dan Airsoft Gun di Depok

     

    Depok – Personel Unit IV Seksi Turjawali Subdirektorat Gasum Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengamankan dua pemuda yang diduga terlibat tawuran antarkelompok di sekitar Pasar Pal, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Sabtu (11/7/2026) dini hari.

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat itu personel sedang melaksanakan patroli blue light untuk mengantisipasi kejahatan 3C, tawuran, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

     

    “Sekitar pukul 02.45 WIB, personel menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya tawuran antarkelompok di sekitar Pasar Pal. Petugas kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” kata Kombes Budi.

     

    Setibanya di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB, petugas mengamankan dua pemuda berinisial F dan R yang diduga berada dalam kelompok tawuran tersebut.

     

    Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi, yakni tujuh senjata tajam jenis celurit, satu senapan angin, serta satu airsoft gun model revolver.

     

    “Kedua pemuda bersama barang yang diamankan telah diserahkan kepada Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

     

    Kombes Budi mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta segera menghubungi kepolisian melalui layanan 110 apabila mengetahui adanya tawuran atau gangguan keamanan lainnya.

  • Dua Pria Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta Diamankan Polsek Cikarang Selatan

     

    Bekasi – Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Polres Metro Bekasi, mengamankan dua pria yang diduga melakukan pencurian kabel di area Power House Pollux Cikarang, Jalan Raya Cikarang–Cibarusah, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis dini hari (9/7/2026).

     

    Kedua pria berinisial N dan S diamankan sekitar pukul 02.00 WIB setelah ditemukan oleh petugas keamanan di dalam area Power House. Penanganan perkara dilakukan Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Luhut B., S.H., bersama Panit Opsnal Reskrim Ipda Ahmad Subakir, S.H., dan tim operasional.

     

    Peristiwa bermula ketika seorang petugas engineering melakukan pemeriksaan rutin di area tersebut. Saat pengecekan, ia mendengar suara mencurigakan dan menemukan sejumlah potongan kabel berada di atas panel.

     

    Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan. Tim keamanan selanjutnya menyisir area Power House dan menemukan sebuah tangga di dekat dinding pembatas antara kawasan Pollux Mall dan SPBU. Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua orang tersebut diduga masuk melalui lubang pendingin mesin genset.

     

    Petugas keamanan lalu menutup akses keluar dan melakukan penyisiran di bagian dalam bangunan. Dua pria ditemukan bersama kabel yang telah dipotong dan sejumlah peralatan, sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada Polsek Cikarang Selatan.

     

    Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa kabel FRC sepanjang kurang lebih 40 meter yang telah dipotong-potong, kabel sekitar 200 meter yang masih berada pada jalur kabel namun telah diputus, sebuah tang, kunci ukuran 10, pisau cutter, obeng, dan tespen.

     

    Berdasarkan pemeriksaan awal, kerugian akibat kerusakan dan hilangnya kabel diperkirakan mencapai Rp143.760.000.

     

    Kedua orang yang diamankan beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Polsek Cikarang Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik menerapkan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku.

     

    Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak, cara mereka memasuki lokasi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

  • Polisi Amankan Pria Terkait Dugaan Penganiayaan di Lima Lokasi

     

     

    Tangerang – Unit Opsnal Polsek Jatiuwung mengamankan seorang pria berinisial KM yang diduga berkaitan dengan rangkaian penganiayaan di lima lokasi di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/7/2026).

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, lokasi kejadian berada di Jalan Rusa dan Jalan Tampak Siring, Perumnas 2, Karawaci; Jalan Sawo dan Jalan Bawang, Perumnas 1, Cibodasari; serta Jalan Singkarak, Perumnas 3, Kecamatan Kelapa Dua.

     

    “Petugas masih mendalami keterkaitan pria yang diamankan dengan lima kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain dan benda yang digunakan,” kata Kombes Budi.

     

    KM diamankan sekitar pukul 11.30 WIB oleh tim yang dipimpin Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Ajie Perkasa di Jalan Sempor Raya, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

     

    Salah satu kejadian berlangsung di Jalan Sawo, Cibodasari, pada Senin (11/5/2026). Korban berinisial S mengalami luka robek di bagian punggung setelah didatangi seseorang yang mengendarai sepeda motor.

     

    Kejadian lain terjadi di Jalan Bawang pada Kamis (9/7/2026). Korban berinisial MZS mengalami luka pada bagian pinggang dan mendapat dua jahitan setelah diduga diserang oleh pengendara sepeda motor.

     

    Selain dua lokasi tersebut, polisi juga mendalami kejadian serupa di Jalan Rusa, Jalan Tampak Siring, dan Jalan Singkarak.

     

    “Petugas telah mengecek lokasi kejadian, memeriksa saksi, membawa korban untuk menjalani visum, serta berkoordinasi dengan pengurus lingkungan,” jelas Kombes Budi.

     

    Polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam, satu jaket bertudung abu-abu, dan satu kaus cokelat. Penyidik masih memeriksa saksi dan KM serta mencari barang bukti lainnya.

     

    Perkara tersebut ditangani berdasarkan dugaan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

  • Polsek Bekasi Barat Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Sinergi Bersama TNI dan Pokdar Kamtibmas

    Kota Bekasi –  Dalam upaya mempererat kebersamaan dan sinergitas antara aparat keamanan dengan masyarakat, Polsek Bekasi Barat menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Belgia di Balai Warga Puri Idaman RW.03 Bintarajaya  Bekasi Barat, Sabtu (11/7/2026) dinihari.

     

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Pengendali Polsek Bekasi Barat, IPTU Sutarto, SH, Panit I Reskrim serta dihadiri personel TNI dari Koramil 01 Kranji, anggota Polsek Bekasi Barat, jajaran Pokdar Kamtibmas Bekasi Barat, dan masyarakat Kelurahan Bintarajaya.

     

    Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terlihat sepanjang jalannya pertandingan. Momentum nobar dimanfaatkan sebagai sarana mempererat komunikasi, memperkuat sinergi TNI-Polri dengan elemen masyarakat, sekaligus membangun soliditas dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bekasi Barat.

     

    Pertandingan berlangsung sengit dan menghibur. Tim Nasional Spanyol berhasil memastikan langkah ke babak berikutnya setelah menundukkan Belgia dengan skor akhir 2-1.

     

    Melalui kegiatan seperti ini, Polsek Bekasi Barat berharap hubungan harmonis antara kepolisian, TNI, Pokdar Kamtibmas, dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat dalam menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif.

  • RAKYAT WAJIB MENDUKUNG KORTAS TIPIKOR POLRI MEMBERANTAS KORUPSI

     

    Jakarta – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Jakarta, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., menyatakan dukungan terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya yang melakukan upaya paksa berupa penggeledahan dalam rangka proses pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan sejumlah perkara, di antaranya dugaan korupsi pengadaan batu bara, dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), serta dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

     

    Menurut Prof. Juanda, langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian tersebut perlu diapresiasi dan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

     

    “Upaya yang dilakukan oleh Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya melalui tindakan hukum berupa penggeledahan dalam rangka mengungkap dugaan tindak pidana korupsi sangat perlu diapresiasi dan wajib didukung oleh siapapun, khususnya rakyat Indonesia,” ujar Prof. Juanda dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

     

    Prof. Juanda mengibaratkan korupsi sebagai penyakit yang telah bersifat kronis dan menyebar luas sehingga membutuhkan penanganan serius, sistematis, dan menyeluruh.

     

    “Ibarat penyakit, korupsi sudah sangat kronis dan meluas ke seluruh tubuh. Jika tidak dilakukan upaya pemberantasan secara serius melalui pendekatan sistemik, menyeluruh, dan konsisten, maka akan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

     

    Ia menegaskan seluruh komponen aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, advokat, hingga hakim, harus memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun sistem penegakan hukum yang kuat dan solid dalam memberantas tindak pidana korupsi.

     

    “Semua aparat penegak hukum wajib menjadi satu kesatuan sistem yang kuat dan solid dalam memerangi tindak pidana korupsi dengan tetap mengedepankan proses hukum yang profesional dan proporsional demi keberlangsungan pembangunan nasional serta terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

     

    Selanjutnya, Prof. Juanda yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PERADI Maju meminta jajaran kepolisian tidak ragu untuk mengusut perkara tersebut hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     

    “Kepolisian harus menjalankan kewenangan, tugas, dan fungsinya secara profesional, proporsional, serta objektif guna mengungkap siapa saja pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegasnya.

     

    Ia menambahkan, masyarakat yang mendukung pemberantasan korupsi saat ini menunggu dan memantau proses pengungkapan perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan skala besar tersebut hingga selesai.

     

    Namun demikian, Prof. Juanda mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah dalam menyikapi proses hukum yang sedang berjalan.

     

    “Masyarakat harus tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan tidak menyimpulkan atau mengaitkan tindakan kepolisian dengan institusi maupun pejabat tertentu yang bersifat subjektif sebelum penyidik secara resmi mengumumkan siapa tersangka, substansi perkara, jenis tindak pidana, serta nilai kerugian negara yang sebenarnya,” ungkapnya.

     

    Prof. Juanda mengajak masyarakat memberikan kepercayaan dan ruang kepada penyidik Kortas Tipikor Polri untuk bekerja secara profesional, objektif, dan sesuai dengan kewenangan berdasarkan hukum yang berlaku.

     

    “Mari kita percayakan dan berikan kesempatan kepada aparat penyidik kepolisian untuk bekerja dengan tenang dan profesional sesuai kewenangannya berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Prof. Juanda yang juga merupakan Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Tata Negara.

  • Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol

     

    Semarang, 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai lahirnya 282 calon perwira remaja Polri, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan kesempatan yang setara.

     

    Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.

     

    Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).

     

    Perjalanan Adnan menuju Akpol bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri pada 2023. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi.

     

    Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

     

    “Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.

     

    Adnan juga mengakui sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya. Namun, semangat dan motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi menjadi titik balik yang menguatkan kepercayaan dirinya.

     

    Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat As SDM Kapolri memberikan pesan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tua.

     

    “Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.

     

    Menurut Adnan, dukungan tersebut menjadi penyemangat yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri.

     

    Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

  • Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

    • Semarang – Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang, didampingi lima orang pendamping, menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akpol, serta ratusan taruna Akpol.

     

    Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di hadapan para taruna Akpol. Momentum tersebut menjadi teladan bahwa seorang anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

     

    Dalam arahannya, Wakapolri mengajak para taruna menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara.

     

    “Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

     

    Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri.

     

    “Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ujarnya.

     

    Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

     

    Penerima santunan berasal dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor beserta tiga orang pendamping serta Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang beserta dua orang pendamping, dengan total 80 penerima santunan dan lima orang pendamping.

     

    Melalui kegiatan Jumat Berkah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi penerus Polri. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.

  • Kaca Kantor BGN Pecah, Polisi: Dugaan Awal Faktor Cuaca Panas

    Jakarta — Polisi menjelaskan peristiwa pecahnya kaca Gedung Badan Gizi Nasional atau BGN di Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil pengecekan awal, kaca tersebut diduga pecah karena faktor perubahan suhu antara bagian luar gedung yang panas dan bagian dalam ruangan yang menggunakan pendingin udara atau AC.

     

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi setelah menerima informasi adanya kaca gedung yang pecah.

     

    “Dari hasil pengecekan awal, pecahan kaca di Gedung BGN diduga terjadi karena faktor perubahan suhu. Kondisi di luar ruangan panas, sementara di dalam menggunakan AC, sehingga terjadi pemuaian pada kaca dan mengakibatkan kaca pecah,” ujar Reynold, Kamis (9/7/2026).

     

    Reynold menjelaskan, petugas kepolisian bersama Tim INAFIS telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di tempat kejadian. Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar titik kaca yang pecah.

     

    “Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan situasi tetap aman,” katanya.

     

    Berdasarkan keterangan pihak pengelola gedung, kejadian kaca pecah seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Dalam satu tahun, kaca gedung disebut dapat pecah sekitar satu hingga dua kali, terutama saat musim panas atau kemarau.

     

    “Pihak pengelola gedung menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi, khususnya saat cuaca panas atau musim kemarau,” jelas Reynold.

     

    Dari hasil pengecekan di lokasi, kaca bagian depan Gedung BGN terlihat pecah. Serpihan kaca tampak berada di area halaman depan gedung. Petugas kemudian memasang garis pengaman di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat ke area pecahan kaca.

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan, kepolisian tetap melakukan langkah pengecekan untuk memastikan penyebab pecahnya kaca.

     

    “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Saat ini dugaan awal penyebab kaca pecah karena faktor cuaca panas dan perbedaan suhu, namun pengecekan tetap dilakukan secara proporsional,” ujarnya.

  • Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Hadir Membawa Harapan bagi Warga Tembagapura

     

    Tembagapura, Mimika – Tawa riang anak-anak berpadu dengan hangatnya kebersamaan warga mewarnai halaman Mapolsek Tembagapura, Senin (6/7/2026). Di tengah sejuknya pegunungan Papua, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui bakti sosial serta kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.

     

    Kegiatan yang diselenggarakan Polsek Tembagapura bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 tersebut dihadiri Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 AKBP Andri Alam, S.I.K., Kapolsek Tembagapura IPTU Firman, S.E., Kepala Distrik Tembagapura Dev Richart Tatiratu, S.E., para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga dari Kampung Banti, Banti II, Opitawak, Utikini, Kimbeli, dan sejumlah kampung lainnya.

     

    Kebersamaan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol persatuan. Suasana kemudian berubah semakin hangat ketika satu per satu anak binaan Honai Belajar Polsek Tembagapura menerima perlengkapan sekolah. Senyum yang mengembang di wajah mereka seolah menggambarkan bahwa perhatian sederhana mampu menumbuhkan harapan besar untuk masa depan.

     

    Tidak hanya itu, paket bantuan sembako juga disalurkan kepada masyarakat melalui perwakilan gereja di masing-masing kampung agar dapat didistribusikan secara merata kepada warga yang membutuhkan. Berbagai perlombaan dan kuis yang melibatkan masyarakat semakin mencairkan suasana, menghadirkan kebersamaan tanpa sekat antara aparat dan warga.

     

    Bagi Natalia, salah seorang orang tua siswa dari Kampung Utikini, kehadiran Honai Belajar telah memberikan perubahan nyata bagi anak-anak di kampungnya. Menurutnya, mereka tidak hanya memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, santun, dan menghormati orang tua.

     

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengajar anak-anak kami. Mereka bukan hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga diajarkan menghargai orang tua, sopan santun, hidup bersih, disiplin, serta berkomunikasi dengan baik. Saya berharap apa yang mereka pelajari dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sebagai orang tua, saya bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

     

    Rasa syukur serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Tembagapura, Derek Alom. Menurutnya, kehadiran Polri melalui kegiatan sosial dan pembinaan pendidikan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

     

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tembagapura dan Operasi Damai Cartenz yang selalu hadir bersama masyarakat. Bantuan sembako sangat membantu warga, sementara Honai Belajar memberi semangat baru bagi anak-anak kami untuk terus belajar. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjalin sehingga masyarakat dan aparat dapat saling mendukung dalam menjaga kedamaian di Tembagapura,” ungkap Derek.

     

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

     

    “Polri tidak hanya hadir melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan. Ketika hubungan itu terjalin dengan baik, maka keamanan dan kedamaian akan tumbuh bersama,” ujar Kaops Damai Cartenz.

     

    Ia menambahkan, menjaga situasi keamanan tidak cukup hanya melalui langkah-langkah operasional, tetapi juga dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan bersama seluruh elemen masyarakat.

     

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menilai bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masa depan Papua yang lebih baik.

     

    “Melalui Honai Belajar, kami ingin memastikan anak-anak memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita. Pendidikan adalah bekal terbaik bagi generasi penerus Papua, sementara kebersamaan antara masyarakat dan aparat menjadi fondasi utama terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.

     

    Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tembagapura akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar rangkaian acara. Di balik pembagian perlengkapan sekolah, bantuan sembako, dan gelak tawa anak-anak, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih damai. Melalui sentuhan kemanusiaan, pelayanan yang tulus, serta kepedulian terhadap pendidikan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polsek Tembagapura terus membangun kepercayaan masyarakat, karena kedamaian yang sejati lahir dari hubungan yang erat antara aparat dan warga yang saling menjaga serta saling menguatkan.