Blog

  • Jaga Bekasi On The Spot, Tim Perintis Presisi Sambangi SPBU Antisipasi Premanisme dan Kejahatan Jalanan

    BEKASI – Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Bekasi Kota kembali melaksanakan program Jaga Bekasi On The Spot dengan menyambangi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengantisipasi aksi premanisme dan kejahatan jalanan. Kegiatan patroli dialogis tersebut berlangsung di SPBU Pangeran Jayakarta dan SPBU Alexindo, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026) mulai pukul 16.00 WIB.

    Patroli yang dipimpin Katim Presisi 1 Ipda Dwi Susanto bersama sembilan personel Sat Samapta itu dilakukan sebagai langkah preventif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada jam-jam sibuk menjelang pulang kerja.

    Kehadiran personel berseragam di area SPBU mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan yang sedang mengisi bahan bakar. Selain memberikan rasa aman, petugas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga serta pengelola SPBU.

    Dalam kegiatan itu, personel Tim Perintis Presisi menyisir area sekitar SPBU sekaligus berdialog dengan operator SPBU, petugas keamanan, dan masyarakat guna menyerap informasi terkait potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

    Dari hasil dialog, petugas memperoleh berbagai informasi mengenai potensi kerawanan yang perlu diwaspadai, seperti aksi premanisme, peredaran uang palsu, hingga tindak pidana 3C (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor) yang kerap menyasar masyarakat di ruang publik.

    Ipda Dwi Susanto mengatakan patroli dialogis menjadi salah satu strategi kepolisian untuk mendeteksi dini berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

    Selain menyerap aspirasi warga, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada pengelola SPBU dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap berbagai modus kejahatan yang dapat terjadi di area publik.

    Warga juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 atau menghubungi petugas kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan maupun menemukan adanya gangguan keamanan.

    Secara terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa program Jaga Bekasi On The Spot merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    Menurutnya, patroli yang menyasar objek vital dan pusat aktivitas masyarakat mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta meningkatkan rasa aman di lingkungan sekitar.

    Hingga kegiatan berakhir, situasi di SPBU Pangeran Jayakarta dan SPBU Alexindo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol selama pelaksanaan patroli berlangsung.

  • Mahasiswa Akan Gelar Aksi Penyampaian Pendapat di DPR hingga Monas, Polda Metro Jaya Siagakan 6.675 Personel

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 6.675 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat yang akan digelar sejumlah elemen mahasiswa di kawasan DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI hingga Gedung BGN RI, Senin (15/6/2026).

    Ribuan personel tersebut terdiri dari 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

    “Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” kata Kombes Budi, Senin (15/6/2026).

    Aksi diperkirakan berlangsung di beberapa lokasi dengan konsentrasi massa terbesar berada di depan Gedung DPR/MPR RI. Selain itu, massa juga direncanakan berkumpul di kawasan Bundaran HI, Silang Monas Selatan, dan Gedung BGN RI.

    Kombes Budi menegaskan seluruh personel yang bertugas telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melakukan pengamanan.

    “Personel yang bertugas mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” ujarnya.

    Selain pengamanan, petugas juga akan melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak kegiatan. Rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

    Polda Metro Jaya menghimbau peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi, tidak membawa benda-benda berbahaya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Peserta aksi juga diminta menjaga fasilitas umum, menghormati hak pengguna jalan lainnya, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

    “Kami berharap seluruh peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Mari bersama-sama menjaga suasana Jakarta tetap aman dan kondusif,” kata Kombes Budi.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI, Semanggi, dan Gedung BGN RI agar menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

    Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan kamtibmas, dapat segera menghubungi layanan darurat Polri 110 atau melapor kepada petugas terdekat.

  • Polda Metro Jaya Kerahkan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman ke Jakarta

    JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 585 personel gabungan untuk mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, beserta Ibu Negara di Jakarta, Senin (15/6/2026). Pengamanan dilakukan di sejumlah titik strategis dan sepanjang rute perjalanan tamu negara guna memastikan seluruh agenda berjalan aman, tertib, dan lancar.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan ratusan personel telah ditempatkan di lokasi kegiatan dan jalur perlintasan rombongan Presiden Jerman sejak pagi hari.

    “Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 585 personel gabungan dari tingkat Polda dan Polres jajaran guna mengamankan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman. Kami memastikan seluruh agenda diplomasi internasional ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya.

    Pengamanan tersebut melibatkan 490 personel dari Polda Metro Jaya yang terdiri dari unsur Ditlantas, Ditsamapta, dan Ditintelkam, serta diperkuat 95 personel dari Polres jajaran di wilayah yang menjadi lokasi kegiatan.

    Selain pengamanan personel, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menerapkan pengaturan arus kendaraan secara situasional di sejumlah ruas jalan protokol yang menjadi rute rombongan tamu negara.

    Beberapa ruas jalan yang mendapat perhatian pengamanan antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, MT Haryono, Gatot Subroto, Asia Afrika, Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Garnisun Dalam, Prof. Dr. Satrio, Medan Merdeka Utara, hingga Jalan Perwira.

    Meski demikian, polisi memastikan tidak ada penutupan jalan secara permanen selama kunjungan berlangsung. Pengalihan arus hanya dilakukan sementara saat rombongan melintas.

    “Penutupan jalan tidak dilakukan secara permanen, melainkan hanya diberlakukan secara sangat terbatas dan situasional saat rombongan tamu kenegaraan melintas. Setelah itu arus lalu lintas akan kembali dibuka secara normal,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan unsur TNI dan Paspampres untuk memastikan pengamanan berjalan profesional, adaptif, dan humanis.

    Masyarakat yang akan melintasi jalur protokol diimbau untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama rangkaian kunjungan kenegaraan berlangsung.

    Selain itu, warga yang membutuhkan informasi lalu lintas atau mengalami situasi darurat dapat menghubungi layanan darurat Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam.

  • Jaga Jakarta On The Spot: Kapolsek Bekasi Barat Pimpin Patroli Gabungan dan Razia Stasioner

    KOTA BEKASI – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., memimpin langsung kegiatan Patroli Gabungan dan Razia Stasioner yang dilaksanakan pada Sabtu dini hari, 13 Juni 2026.

    Kegiatan yang merupakan bagian dari program Jaga Jakarta On The Spot tersebut diawali dengan apel dan arahan (APP) pada pukul 00.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolsek menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara humanis, profesional, serta mengedepankan tindakan preventif dalam menjaga keamanan wilayah.

    Sebanyak 26 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari anggota Polsek Bekasi Barat bersama personel TNI dari Koramil 01 Kranji. Sinergitas TNI-Polri ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari.

    Usai pelaksanaan apel, personel gabungan langsung bergerak melaksanakan patroli mobile ke sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Bekasi Barat. Selain itu, petugas juga menggelar razia stasioner sebagai langkah antisipasi terhadap aksi kejahatan jalanan, tawuran remaja, balap liar, serta tindak kriminalitas lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

    Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan razia stasioner akan terus dilakukan secara rutin sebagai upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    “Melalui patroli gabungan dan razia stasioner ini, kami berupaya memastikan situasi wilayah Bekasi Barat tetap aman dan kondusif. Sinergi TNI-Polri menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolsek.

    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi wilayah hukum Polsek Bekasi Barat terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.

  • Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bantargebang Intensifkan OKJ dan Ops Jaya 21 Cegah Kejahatan Jalanan

    KOTA BEKASI – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Bantargebang kembali menggencarkan kegiatan Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ), Ops Jaya 21, dan Patroli Skala Sedang melalui program Jaga Jakarta On The Spot, Minggu dini hari (14/6/2026).

    Kegiatan yang dipimpin Perwira Pengendali IPTU Nasrulloh M. Bagza selaku Panit Binmas tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Pangkalan 2, dengan menyasar wilayah hukum Kecamatan Bantargebang dan Mustikajaya. Operasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

    Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua, roda empat, mobil boks, serta kendaraan barang yang dicurigai. Sasaran operasi meliputi peredaran narkotika, kepemilikan senjata tajam, senjata api, bahan peledak, minuman keras, hingga pelaku kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), begal, dan aksi tawuran.

    Dari hasil operasi yang berlangsung, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran maupun tindak kriminal. Situasi wilayah terpantau aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

    Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH., MM., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, kami perkuat OKJ, Ops Jaya 21, dan patroli untuk mencegah tawuran remaja, geng motor, begal, serta gangguan kamtibmas. Polsek Bantargebang hadir untuk menjaga keamanan warga,” ujarnya.

    Polsek Bantargebang memastikan kegiatan patroli dan operasi kepolisian akan terus dilaksanakan secara rutin guna menekan angka kriminalitas serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Bekasi.

  • Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bekasi Utara Serap Aspirasi Warga Teluk Pucung

    KOTA BEKASI – Polsek Bekasi Utara terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Kali ini, kegiatan penyerapan aspirasi warga dilaksanakan di Perumahan Taman Wisma Asri RW 06, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (14/6/2026).

    Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Pucung AIPTU Sumarwanto bersama Babinsa Kelurahan Teluk Pucung. Program ini bertujuan untuk menyerap berbagai aspirasi, saran, dan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan mereka.

    Dalam dialog bersama warga, petugas menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, di antaranya pencegahan kejahatan jalanan, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba. Warga juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

    AIPTU Sumarwanto menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, berbagai informasi dan perkembangan yang terjadi di lingkungan warga dapat terserap secara langsung sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan langkah antisipasi aparat keamanan.

    Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat diharapkan semakin kuat guna mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta harmonis di wilayah hukum Polsek Bekasi Utara.

  • Jakarta On The Spot, Tiga Pilar Bekasi Selatan Gelar Apel Gabungan Perkuat Pengamanan Akhir Pekan

    KOTA BEKASI – Unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pengamanan lingkungan menggelar apel gabungan tiga pilar di halaman Mako Polsek Bekasi Selatan, Sabtu malam (13/6/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Jakarta On The Spot ini bertujuan memperkuat sinergi pengamanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Bekasi Selatan.

    Apel dipimpin langsung Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Suparmin, SH, MH, didampingi Camat Bekasi Selatan Karya Sukamajaya, S.AP., M.Si., serta Danramil 01/Kranji Mayor Inf Taufik Ismail, SH. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, aparatur kecamatan, hingga Linmas sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam akhir pekan.

    Dalam arahannya, Kompol Suparmin menegaskan bahwa kondisi kamtibmas yang relatif aman dan kondusif di wilayah Bekasi Selatan merupakan hasil kerja sama seluruh unsur tiga pilar dan dukungan masyarakat. Meski demikian, ia meminta seluruh personel tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya aktivitas masyarakat pada akhir pekan.

    “Situasi kamtibmas di Bekasi Selatan saat ini relatif aman dan kondusif berkat soliditas tiga pilar serta peran aktif masyarakat. Namun, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan, terutama pada malam akhir pekan yang memiliki dinamika aktivitas lebih tinggi,” ujar Kapolsek.

    Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menjaga rasa aman warga. Ia berharap koordinasi, respons cepat, dan semangat kebersamaan antar unsur pengamanan dapat terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

    Usai apel, personel gabungan langsung bergerak ke wilayah masing-masing untuk melaksanakan pemantauan dan pengamanan di sejumlah titik aktivitas masyarakat, seperti Alun-Alun Margajaya, Stadion Patriot Candrabhaga, kawasan Lagoon, hingga jalur Car Free Day di Jalan Ahmad Yani. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan memastikan situasi tetap aman serta terkendali.

  • Bawa Tiga Botol Bersumbu Saat Demo di DPR, Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka

    JAKARTA – Polda Metro Jaya menetapkan seorang pria berinisial ANH (24) sebagai tersangka setelah kedapatan membawa tiga botol berisi cairan berbahaya yang dilengkapi sumbu saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif pasca-penangkapan.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan ANH diamankan petugas pengamanan sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan gerbang utama Gedung DPR RI. Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku sebelum akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap tas ransel yang dibawanya.

    Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan tiga botol berisi cairan berbahaya yang telah dipasangi sumbu pada bagian ujungnya. Barang tersebut diduga dirancang sebagai alat pembakar dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama di tengah kerumunan massa aksi.

    Selain menetapkan ANH sebagai tersangka, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga memeriksa seorang pria berinisial R yang diketahui merupakan teman perjalanan tersangka menuju lokasi demonstrasi. Saat ini R masih berstatus saksi dan keterangannya terus didalami untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

    Menurut hasil pemeriksaan awal, ANH mengaku datang ke kawasan DPR setelah melihat ajakan aksi yang beredar di media sosial. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 306 KUHP terkait penyalahgunaan senjata atau bahan berbahaya. Polisi juga masih menyelidiki motif, asal-usul pembuatan botol bersumbu tersebut, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

    Polda Metro Jaya menegaskan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kepolisian memastikan akan menindak tegas setiap pihak yang membawa benda berbahaya yang berpotensi memicu tindakan anarkis dan mengganggu keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa. Selain itu, masyarakat diimbau menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

  • Patroli Brimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Cegah Tawuran di Koja, Tiga Pelaku Diamankan

    Jakarta – Tim Patra Ki 4 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Utara mencegah aksi tawuran di Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (13/6/2026) dini hari.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan tiga orang yang diduga hendak melakukan tawuran. Mereka terdiri dari dua anak berhadapan dengan hukum atau ABH, serta satu orang berinisial MY (20).

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, pengamanan tersebut berawal saat Tim Patra bersama Tim Perintis Presisi melaksanakan patroli kewilayahan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hingga dini hari.

    “Saat melaksanakan patroli, petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran. Tim kemudian segera melakukan pembubaran dan pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Henik, Sabtu (13/6/2026).

    Dari pengamanan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu senjata tajam jenis celurit dan satu stik golf.

    Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiganya diduga telah berkumpul di kawasan Beting Remaja dan berencana melakukan tawuran dengan kelompok dari wilayah Malaka. Namun sebelum aksi tersebut terjadi, petugas berhasil mengamankan ketiganya berikut barang bukti.

    Kombes Henik menjelaskan, patroli malam hingga dini hari terus ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran, kejahatan jalanan, dan tindak kriminal lainnya.

    “Patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dalam menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Setiap potensi gangguan kamtibmas akan kami respons cepat agar tidak berkembang menjadi aksi yang meresahkan masyarakat,” katanya.

    Selanjutnya, dua ABH dan satu tersangka berikut barang bukti diserahkan kepada Polsek Koja Polres Metro Jakarta Utara untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Saat ini, ketiganya telah ditahan di Polsek Koja sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas putra-putrinya, terutama pada malam hingga dini hari. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah remaja maupun pemuda terlibat tawuran,” tutupnya.

  • Patra Brimob Polda Metro Jaya Amankan Tiga Terduga Pelaku Curanmor di Pancoran

    Jakarta – Tim Patra Mako Satbrimob Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang yang diduga terkait pencurian kendaraan bermotor atau curanmor saat melaksanakan patroli malam di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026) dini hari.

    Penindakan tersebut berawal saat personel Tim Patra melaksanakan patroli kewilayahan sekitar pukul 00.20 WIB. Saat melintas di kawasan Pancoran, petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya tiga orang yang dicurigai terkait aksi curanmor.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Patra segera melakukan pengecekan di lokasi. Petugas kemudian menghentikan tiga orang yang dicurigai dan melakukan pemeriksaan awal.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua sepeda motor, dua tas selempang, lima unit handphone, tiga dompet, lima butir pil diduga ekstasi, satu pod merek Foom, dua botol liquid merek Foom, satu cartridge kosong, satu cartridge berisi cairan diduga etomidate, serta satu alat isap yang diduga digunakan untuk penyalahgunaan narkotika.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli malam hari terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas, terutama kejahatan jalanan dan curanmor.

    “Kegiatan patroli ini merupakan upaya kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap informasi dari warga langsung ditindaklanjuti oleh personel di lapangan,” ujar Kombes Henik

    Selanjutnya ia menambahkan, tiga orang berikut barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polsek Tebet Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada petugas apabila melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya,” katanya.